MP3 Ki Timbul Hadiprayitno
Ki Timbul Hadiprayitno atau kini M.W Timbul Cermo Manggala tergolong dalang paling senior dan masih aktif sampai sekarang. Lahir di desa Jenar, Bagelan, Purworejo pada tahun 1932. Darah seni dan bakatnya mendalang harus diakui tidak datang secara tiba-tiba, meskipun jelas dari garis keturunannya.
Pada awalnya Timbul yang masih bocah itu memang sudah menunjukkan kelebihannya dalam bermain wayang. Kemampuan ini di dapat dari kakeknya, Ki Gunawarto. Di dorong oleh motivasinya yang tinggi, pada tahun 1956, Timbul masuk ke Habirandha keraton Yogyakarta. Di sekolah pedalangan milik keraton inilah Timbul mendapatkan gemblengan, pengetahuan baik teori, retorika serta filsafat tentang wayang yang menjadi bekalnya kemudian sebagai dalang. Kerja kerasnya tidak sia-sia. Mula-mula Timbul menggelar pementasanya di daerahnya. Eksistensinya sebagai dalang semakin mendapat pengakuan luas, terbukti kemudian Ki Timbul menguasai Yogya bagian Selatan, Utara, Timur dan Barat.
Namanya terus melambung. Pada dekace 80-an, Ki Timbul melawat ke Lampung, Lombok, dan ke London (Inggris).
Banyak lakon yang sudah digarapnya disamping menyajikan lakon-lakon baku yang sudah ada. Sebagai dalang Ki Timbul menampakkan cirinya yang khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecintanya: sabet, filsafat serta kesetiaannya yang tidak bisa ditawar pada dunia seni pewayangan klasik Yogyakarta. Prinsip ini seakan tidak tergoyahkan bahkan sampai sekarang ketika para dalang-dalang muda bermunculan.
Atas keseniannya, Ki Timbul sejak tahun 1986 mengajar di ISI Yogyakarta. Adapun berkait dengan penghargaan, Ki Timbul Hadiprayitno pernah menerimanya dari Mendikbud RI, Kodam V Brawijaya Jatim, Polda Jateng, TVRI Stasiun Yogyakarta, RRI Nusantara II, Pemda Bantul, Fakultas Sastra UGM, mingguan Buana Minggu Jakarta, Pepadi dan masih banyak lainnya.
Sementara dari Keraton Yogyakarta tempat dimana ia mengabdikan dirinya sebagai abdi dalem, Ki Timbul Hadiprayitno mendapat anugerah nama M.W. Timbul Cermo Manggala, dan budaya dalam serat bratayuda (Cetakan I terbit Maret 2004), Teori Estetika untuk Seni Pedalangan (Cetakan I, terbit September 204).
Selain itu juga mengerjakan penulisan Naskah dan Karya Seni, antara lain Smaradahana (1995), Ontran-ontran Mandura (1996), Dewa Ruci (1997), Prigiwa-Pregiwati (1997), Babad Alas Mertani (1999), Harjuna Wijimulya (2000), Sang Palasara (2001), Apologi Rama (2001) Tele Wayang serial Gathutkaca (1999-2000).
Pengalaman dalam program Pengabdian Masyarakat : Tim Penyuluhan Seni ISI Yogyakarta bidang seni pedalangan di DIY dan sekitarnya (1999 s/d 2001); Ketua PEPADI (Perstuan Dalang Indonesia) Prop. DIY dua periode sejak 1998 – 2001 dan 2001 – 2004; Anggota Dewan Kebijaksanaan SENA WANGI Jakarta (2001-2004); Ketua tim Sibermas ISI Yogyakarta (2001-2004) di Kab Gunung Kidul DIY Ketua Pendampingan UKM Perajin Kulit di Kec. Pajangan Bantul, Yogyakarta (2001).
Pengalaman misi luar negeri : 1989 ke London sebagai tim editing film wayang The Crown of Roma, 1997 ke India dalam rangka workshop and Exhibition Indian and South East of Asia Tribal Art.
Sumber : http://www.tasteofjogja.com/web/ida/detailbud.asp?idbud=325
Beberapa lakon pagelaran wayang Ki Timbul Hadiprayitno :
Posted on 16/03/2009, in Pagelaran Wayang and tagged Ki Timbul Hadiprayitno, wayang kulit, yogyakarta. Bookmark the permalink. 16 Comments.












bos punya karna tanding atau karna gugur ndak ya, tulung di upload yang punya ki timbul ,trima kasih
____
Bukannya karna tanding sudah ada oleh Ki Nartosabdho ?
sedikit tambahan. saya di jakarta menonton lakon seri ramayana pada pagelaran di Gelora Bung karno pada tahun 1974 yang diadakan setiap bulan disponsori oleh radio P2SC
Punya Audio Wahyu Catur Ki Hadi Sugito Rec. Singo Barong
Dasamuka Lena Ki Timbul Hadiprayitno Rec. Cakra
Matur Sembah Nuwun
Pecinta Ki Hadi Sugito & Ki Timbul H.
mas prabu dos pundi rama nitis ipun mboten komplit mantun no 8 lajeng no 9? maturnuwun kulo nderek donlot wayangipun
wilujeng siang mas prabu, mbok menawi renaning penggalih, nyuwun dipun up-load-aken KRESNO DUTO saking mBah Timbul. Matur sanget agenging panuwun sakderengipun.
Wilujeng ndalu mas Prabu…
Nuwun sewu, mbok menawi kagungan mp3 wayang kanthi lakon “Asmorobumi”. Dalang sinten kemawon.
Matur sembah nuwun sak derengipun
Era th ’70, RRI Yogya tiap bulan menggelar pertunjukan di Sasono Hinggil Dwi Abad, serial Mahabarata s.d Jumenengan Parikesit. Seandainya masih ada rekaman nya (kalau punya chanel di RRI Yogya) apa bisa minta tolong di upload mas.
Monggo ingkang gadhah koleksi punika saget disharing wonten mriki
nuwun
Innalillahi wa ina ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Ki Timbul Hadiprayitno hari ini, pkl 02.00 dini hari di Patalan Jetis Bantul.
Setunggal malih, paraga seni ingkang teguh acecekel ing wewaton seni pedhalangan, paraga kang tan kenthir kanyut ing dres ilining bandhang kabudayan kotemporer.
Paraga seni pedhalangan ingkang pantes nyandhang sesebatan sudarsana, panjenenganipun Ki Timbul Cerma Manggala, Hadi Prayitna.
Sugeng tindak Ki. Mungi panjenengan katampi ing pangayunaning Gusti Allah ingkang murba ing dumadi.
Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
Sugeng tindak Eyang Timbul, mugi pikantuk papan ingkang langkung minulyo saha tinampi sadaya amal lan ibadahipun. Sedaya tilaran Eyang mugi saget lestantun ngantos akhir jaman…. Innalillahi wa inna illaihi roji’un.
Turut berduka cita atas meninggalnya Ki Timbul Hadiprayitno …
Sejak saya masih kecil – Tinggal di Magelang – saya sudah sangat menggandrungi aksi ndalangnya Ki Timbul Hadi Prayitno.
turut berbela sungkawa atas wafatnya ki timbul hadi prayitno
Kulo kalih suwargi Bapak fans berat Ki Timbul Hadi Prayitno tumut belo sungkowo atas wafatnya beliau,
password = wayangprabu.com