Ki Hadi Sugito : Bagong Kembar


Audio File dapat diunduh disini
bagong ratu solo
Bagong

Adalah tokoh wayang cerita Mahabarata, Bagong terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal, ayahnya. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada, ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya, karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang, tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya.

Di dalam cerita pedalangan Jawa, Bagong dikenal pula dengan nama Bawor, Carub atau Astrajingga.

Ia mempunyai tabiat: lagak lagu katanya kekanak-kanakan, lucu, suara besar agak serak, tindakannya seperti orang bodoh, kata-katanya menjengkelkan, tetapi selalu tepat.

Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati, anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras kakak Dewi Kanistri putri Bathara Hira. Seperti halnya dengan Semar, Bagong berumur sangat panjang, ia hidup sampai jaman Madya.

Sumber : http://www.bausastra.com/main/index.php?do=view&id=27

Bagong Kembar

Dinegara Astina sedang dibicarakan tentang hilangnya pusaka Pandawa, ada laporan tentang maling yang masuk ke Kaputren menemui Dewi Banowati, perjamuan jadi gempar. Duryudana meminta Baladewa menangkap pencuri tersebut yang ternyata Bagong. Bagong sendiri masuk kaputren karena dipanggil Banowati, bukan sebagai pencuri, Banowati ingin tahu tentang perilaku sebagai putri yang luhur.

Kedatangan Baladewa dan pasukan untuk menangkap Bagong ternyata gagal karena Bagong ada kembarannya, akhirnya mereka minta pertolongan Pandawa.

Pusaka Pandawa ternyata menjelma menjadi raja dan pembantunya dikerajaan Parang Gubarja dan mereka mau mencur pusaka Pandawa, Jamus Kalimasada.

Tuduhan terhadap Bagong telah berbuat yang tidak benar membuat Bagong lari dan jatuh kedalam jurang. Atas pertolongan Dewata akhirnya Bagong asli bisa mengalahkan Bagong Palsu dan mengembalikan pusaka Pandawa.

http://javawayang.com/portal/article.php?story=20090303201807254

6 comments on “Ki Hadi Sugito : Bagong Kembar

  1. alhamdulillah menemukan ini.. bulan kemarin pas perjalanan dari semarang ke solo, kebetulan radio sy nangkap frekuensi salah satu radio di Sragen (klo ga salah Asri FM) dan pas menyiarkan lakon Bagong kembar ini. waktu itu sih ga tau lakonnya apa, tapi sangat meriah… sayangnya hanya mendengar setengah lakon saja, karena ketika mulai memasuki kota Solo suaranya jadi kurang jernih…

    ternyata di sini ada carita ini. maturnuwun kagem ingkang sampun upload

  2. Yang ini (bagong kembar) sepertinya dalangnya bukan Ki Hadisugito, sy sdh dwnld stlh sy dgr’in kok beda swara dalangnya.

  3. Rumah Semar di Klampis ireng, Karangtumaritis dan Karang Kabolotan, sedangkan rumah Gareng di Karang Kadempel, dan rumah Petruk di Pecuk Pecukilan. yang ingin saya tanyakan rumah Bagong ada dimana? Terimakasih.

  4. para punakawan sudah memiliki rumah masing masing,, seperti Gareng di Karang Kadempel, Petruk di Pecuk Pecukilan, sedang semar malah memiliki tiga rumah, di Karang Kabolotan, di Karangh Tumaritis dan di Klampis Ireng. TinggaL Bagong yang belum pernah disebutkan dalam cerita cerita pewayangan, kalau bisa sekalian Togog dan Sarawita. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s