Waktu itu saya ketemu dengan mas Bramantyo, dia menitipkan satu lakon wayang purwa dari Ki Narto sabdho…..sayang karena adanya pindahan rumah besar-besaran, kaset beliau pada ketlisut dan hanya ketemu nomer 1, 2, 3, 6 dan 8. Kaset nomer 1 hanya saya convert 1B saja karena 1A hanya gending2 pambuka, no 4, 5 dan 7 belum ketemu….Eh…tidak sengaja tadi malam sekitar jam 2.30 dini hari (Minggu 12 Juli 2009) saya puter2 radio ada satu studio resmi Jakarta menyiarkan lakon ini…eh ini kebetulan, langsung saya sambung dengan computer dan langsung saya ripping untuk jadi file mp3…..sayang hanya dapat nomer 7A dan 7B. Mungkin ada sedulur2 yang punya lakon ini silahkan kalau mau nyumbang untuk yang nomer 4 dan 5……ditunggu.

Ringkasan Cerita:
Cerita ini dapat juga disebut sebagai cerita Alap-alap Sukesi atau lahirnya Rahwana sampai Sarpakenaka. Merupakan petikan babad Lokapala yang di dalamnya mengandung mutiara yang sangat berharga. Kerajaan Lokapala pada waktu itu diperintah oleh Danaraja atau Danapati yang belum mempunyai permaisuri. Karena itu ia ingin memasuki sayembara perang melawan Jambu Mangli kemenakan Prabu Sumali Raja dari negara Alengka yang kalau menang dapat mempersunting Dewi Sukesi putri Sumali Raja. Sebelum Danapati berangkat, ayahnya yang bernama Begawan atau Resi Wisrawa datang, menyanggupkan diri menyelesaikan persoalan tersebut karena Sumali raja adalah teman baik dari Wisrawa.
Pada waktu yang bersamaan, Prabu Wisamarta dari Negara Madiantara juga melawat ke Alengka dengan maksud yang sama. Di tengah jalan, wadia bala Madiantara terlibat perang dengan balatentara Lokapala yang menjaga wilayahnya. Sehingga, wadia Madiantara mengambil jalan yang lain, akhirnya Wisamarta kalah dengan Jambu Mangli. Dalam perjalanan ke Alengka, Begawan Wisrawa bertemu dengan Prabu Partakusuma dari Medanggiri. Setelah diketahui maksud masing2 yang tunggal tujuan, terjadilah perang, akhirnya Partakusuma lari. Mengingat betapa berat bahaya yang dihadapi Negara Alengka, maka oleh Sumali Raja Sukesi disyogakan untuk menerima pinangan dari salah satu di antara para raja yang telah melamarnya. Dalam hal ini, Sukesi menyatakan bahwa ia hanya mau menikah dengan seorang yang dapat membeberkan wedaran Sastra Jendra Yuningrat Pangruwating Diyu. Kemudian datanglah Wisrawa dan terbukti Wisrawa dapat memenuhi persyaratan Sukesi. Karena peristiwa tersebut, menurut Hyang Guru …Wisrawa harus menerima pameleh (bhs. Jawa). Hyang Guru manunggal dengan Wisrawa dan Dewi Uma dengan Sukesi. Karenanya Sukesi jatuh hati pada Wisrawa walaupun berulang diingatkan bahwa Wisrawa adalah calon mertuanya.
Syahdan, Bagaimana klimaks dari Lakon ini, Bagaimana pula jalan yang ditempuh oleh Danapati terhadap orang tuanya?
Silahkan file audionya dapat diambil Di sini
Like this:
Be the first to like this post.