Lakon pagelaran wayang oleh Ki Nartosabdho dengan judul “Abimanyu Krama” ini adalah sumbangan dari Pak Widjanarko. Matur nuwun Pak untuk sharingnya bagi kita semua.

Siapakah Abimanyu ? Abimanyu dikenal juga dengan nama Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Abimanyu adalah putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini.
Lakon ini menceritakan kisah perkawinan Abimanyu dengan Siti Sundari, putri Prabu Kresna raja Dwarawati. Namun cinta Siti Sundari harus diperebutkan juga bersama Lesmana Mandrakumara, Putra Mahkota Raja Astina, Prabu Suyudana dengan Dewi Banuwati.
Jejer dimulai dengan menceritakan suasana kerajaan Astina dimana Prabu Duryudana tengah mengadakan pertemuan kerajaan membahas masalah lamaran untuk putranya kepada putri Prabu Kresna, Siti Sundari. Diceritakan bahwa Patih Sengkuni telah memberikan surat lamaran kepada Raja Dwarawati dan diterima dengan baik oleh Prabu Kresna. Namun kemudian atas permintaan dari Sang Putri, maka disampaikan bahwa lamaran akan diterima bila Lesmana dapat memenuhi permintaan Sang Putri yaitu patah (pengiring) penganten yaitu sepasang wanita kembar nan cantik jelita yang berasal dari Gunung.
Atas saran dari Pendita Dorna, maka kemudian Prabu Duryudana memerintahkan Lesmana untuk melakukan perjalanan dari desa ke desa dan menelusuri gunung-gunung di negri Astina untuk mencari dan mendapatkan permintaan calon istrinya. Perjalanan dipimpin oleh Raja Awangga, Karna, dengan diiringi oleh para Kurawa dan pasukan negri Astina.
Sementara itu pertapaan Andong Sumiwi, Desa Banjar Dawa, Begawan Sidik Wacana tengah berbincang dengan Pergiwa mengenai identitas yang sebenarnya dari Sang Cucu, Pergiwa dan Pergiwati.
Seperti diketahui sebenarnyalah bahwa Endang Pergiwa dan Endang Pergiwati adalah putra dari Arjuna dengan Dewi Manuhara, putri dari Begawan Sidik Wacana.
Tentu Anda bisa menebak akhir dari lakon ini. Namun sangat asyik untuk mendengarkan Ki Nartosabdho dalam dialog-dialog yang segar dan bermakna dalam.
Selamat menikmati
Ringkasan cerita (dalam Bahasa Jawa) yang lebih menokohkan Cantrik Janaloka dapat dibaca disini.
Like this:
Be the first to like this post.