Ki Narto Sabdho: Kumbakarna Lena

Beberapa bulan yang lalu lakon ini pernah terbit, karena kesalahan pemilihan sumber audio untuk proses converting maka hasil tidak memuaskan dan saya tarik dari peredaran. Mudah-mudahan hasil yang sekarang lebih baik dari yang lalu….ya…namanya baru belajar…….
Sekali lagi terima kasih kepada mas Suwardito (Rawamangun) yang telah menyumbangkan cerita ini untuk disebarkan ke sutrisno Ki Narto Sabdho.


Untuk dapat menikmati silahkan kunjungi:
www.listantoedy.wordpress.com atau
www.nartosabdho.co.cc

Tirta Pawitra Mahening Suci

Sepenggal kisah dari lakon Ki Nartosabdho – Dewa Ruci, kisah penuh nilai dan petuah bagi kita semua dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Sang Bima nyemplung di samudra nan ganas mengikuti perintah gurunya, Begawan Durna, untuk mencari “air kehidupan” guna menggapai kesempurnaan hidup, Tirta Pawitra Mahening Suci. Badan terombang-ambing dihempas dan diterjang ganas ombak, seolah kapas dipermainkan tiupan angin kencang di angkasa nan maha luas. Werkudara sudah pasrah akan nasib dirinya. Namun tekadnya sungguh luar biasa, tidak goyah oleh kondisi tubuh yang makin lemah.

Tiba-tiba dihadapannya, muncullah seekor naga yang luar biasa besarnya menghadang laju Bima. Kyai Nabat Nawa, naga raksasa itu, langsung menyerang sosok kecil dihadapannya dan menggigit betis Adik Yudhistira itu. Belum cukup dengan itu, diraihnya badan Werkudara untuk dibelit dengan maksud menghancurkan raga manusia yang menjadi mangsanya.

dewarucibbima

Namun badan Werkudara tidak ikut hancur karena tekadnya tidak lantas luntur. Semangatnya untuk mengabdi kepada guru begitu kuat mengalahkan rasa sakit serta rasa lelah yang sangat. Dikerahkan segala upaya, dikumpulkan seluruh tenaga untuk melepas himpitan naga. Berhasil ! Seketika kemudian Bima melesat menuju leher sang naga untuk ditikam dengan kuku Pancanaka.

Raung kesakitan yang memekakan telinga mengiringi jatuhnya sang naga. Mengiringi kematian badan raksasa itu hingga mengambang memenuhi pandangan. Disekelilingnya, air laut memerah oleh darah.

Werkudara begitu lelah. Sudah hilang kesadarannya. Serasa jiwa melayang, tidak ingat apakah masih hidup atau sudah tiada. Cukup lama jiwa sang ksatria itu melanglang tak tentu rimba.

Hingga saat tersadar, betapa terkejut Bima ketika dirinya merasa menginjak tanah, menapak kembali kehidupan. Pandangannya melihat bahwa dirinya berada dalam suatu pulau kecil ditengah lautan luas di dasar samudra itu. Alangkah indahnya pulau itu yang disinari oleh cahaya-cahaya kemilau menghiasi nuansa sekeliling.

Saat rasa begitu terbuai oleh ketakjuban, tiba-tiba Bima semakin dikejutkan oleh datangnya Bocah Bajang yang diiringi oleh cahaya yang mengalahkan cahaya yang ada. Cahaya diatas Cahaya. Bojah Bajang itu sungguh kecil, terlalu kecil bila dibandingkan dengan perawakan Bima. Bocah Bajang berjalan perlahan menghampirinya.

Continue reading

Ki Narto Sabdho: Banjaran Harjuna II

Cerita ini merupakan sumbangan dari mas Riyanto (Cinere-Jakarta) yang dibawakan oleh dalang kebanggaan bangsa Ki Narto Sabdho. Dalam setiap lakon apapun (serial Mahabarata atau Ramayana, juga carangan) semuanya dibawakan dengan runtut, serius, banyol dan banyak memberikan ajaran tentang hidup.

arjuna

Cerita ini juga telah ditampilkan di www.apdnsemarang.wordpress.com yang merupakan sumbangan dari mas Suhandoko (Denpasar, Bali) dan dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada mas Guntur….link ini saya tampilkan untuk memberi keleluasaan para penggemar Ki Narto Sabdho mendapatkan cerita tersebut. Link ini sudah saya isi dengan format mp3 dengan bit rate 128 kbps (cd quality).

Silahkan menikmati di:

www.listantoedy.wordpress.com (bit rate 128 kbps) atau

www.nartosabdho.co.cc (bit rate 128 kbps) dan

www.apdnsemarang.wordpress.com (bit rate 32 kbps)

Kresno Dadi Ratu

Anom S 1

Lakon ini sudah cukup lama beredar di dunia maya. Ketika saya gogling ternyata belum ada MP3-nya, makanya convert saja flash video youtube tadi ke MP3. Untuk mempermudah DL dan menikmati audio melalui player maka saya coba gabung file-file tersebut dalam 6 file (saya harapkan sesuai dengan aslinya per CD).

Anom S 2

Memang agak terganggu juga karena split videonya agak kurang pas. Namun saya mencoba mendengarkan, hasilnya cukup lumayan juga kok.

Lakon ini berjudul “Kresno Dadi Ratu” yang dibawakan oleh Ki Anom Suroto dan putranya, Ki Bayu Aji Pamungkas. Menceritakan bagaimana proses Narayana menjadi Prabu Kresna, raja di Dwarawati. Seperti biasa di pagelaran wayang Anom Suroto, porsi hiburan lawak cukup besar yaitu di Cangikan dan Goro-Goro sehingga cenderung kita mencari hiburannya saja.

Selamat menikmati.

Ki Narto Sabdho: Rama Tundung (Ramayana I)

Lakon ini merupakan sumbangan dari mas Mustafa (Citayam-Depok) yang dibawakan oleh dalang kesayangan kita dan sebagai maestro dalang di Indonesia Ki Narto Sabdho. Lakon ini merupakan cerita pucuk dari serial Ramayana yang penuh dengan nuansa cinta kasih dan pengurbanan sebagai seorang tokoh titisan Betara Wisnu.

Rama-Shinta

Untuk menikmatinya, silahkan kunjungi di:

www.listantoedy.wordpress.com atau
www.nartosabdho.co.cc

Ki Hadi Sugito : Wahyu Ekajati

Lakon wayang oleh Ki Hadi Sugito ini sudah cukup lama beredar di internet, awalnya di Youtube.Namun sayang di bagian akhir rekaman terpotong alias tidak tuntas.

Ki Hadi Sugito - Wahyu Ekajati

Karena audio adalah hasil rip dari video yang dipenggal, maka durasi per file adalah sesuai dengan penggalan video di youtube. Memang agak mengganggu sih, namun masih asyik kok untuk di nikmati. Apalagi Ki Hadi membawakannya dengan mantab dan penuh banyolan-banyolan yang segar dan menggelitik.

Lakon ini menceritakan tentang pencarian “Wahyu Ekajati” yang melibatkan Pandawa dan Kurawa, Kresna dan Baladewa serta campur tangan Bathari Durga.

Ki HS

Begini ceritanya :

Di Negara Dwarawati, Raden Samba mengiringi Prabu Baladewa ke hadapan Prabu Kresna yang didampingi oleh Patih Udawa dan adiknya Setyaki. Prabu Kresna memanggil Prabu Baladewa, kakaknya, karena ingin dimintai pendapatnya atas permasalahan yang tengah dihadapinya. Kemudian Kresna menjelaskan kepada Baladewa bahwa dia tengah ditangisi oleh Anak dan Mantunya, Dewi Siti Sundari dan Abimanyu, karena suatu hal. Dan itu akan dapat diselesaikan melalui bantuan Prabu Baladewa. Apa itu ?

Seperti diketahui bahwa Prabu Kresna sebelumnya telah mengadakan pesta perkawinan antara putrinya, Siti Sundari, dengan putra Arjuna, Abimanyu (lihat lakon Abimanyu Krama). Abimanyu dan istrinya kemudian menempati wilayah Tanjung Anom. Berdasarkan wangsit yang diperolehnya, negri Tanjung Anom akan menemukan kejayaan bila memenuhi persyaratan-persyaratan :

  • Memperoleh wahyu ekajati,
  • Pusaka Jamus kalimasada dibacakan di Tanjung Anom,
  • Kembang Wijaya Kusuma (pusaka Kresna),
  • Pusaka senjata Nenggala (pusaka Mandura)

Continue reading