Ki Hadi Sugito : Gatotkaca Sungging

Kembali Ki Hadi Sugito menmpilkan kish tentang Gatotkca dengan judul “Gatotkaca Sungging”.

Gambar diambil dari blog wayangku

Saya kutip sekils kisahnya dari MP-nya Supri

Lakon ini mengisahkan Raden Gatotkacaca yang berencana mendirikan sebuah kesatrian di Kerajaan Pringgondani yang merupakan warisan kekeknya Prabu Trembuku yang juga merupakan ayah dari Dewi Arimbi istri Raden Werkudara (bapak dari R. Gatotkaca). Dalam pembangunan ini terdapat beberapa sandungan oleh ketidaksetujuan pihak Astina yang dilakukan oleh prabu.Wasawala yang dihasut oleh Begawan Durna. Karena prabu Wasawala ini siung nya merupakan titisan prabu Dasamuka dari kerajaan Alengka, maka kesaktianya bertambah sehingga Raden Antareja dan Raden Gatotkaca kalah dalam peperangan dan menjadi hangus (koma).

Dengan keadaan putranya yang sedang koma, Dewi Arimbi sangat sedih, namun kesedihan itu trobati setalah Semar yang merupakan pamongnya Pandawa memberi tahu bahwa keadaan Raden Antareja dan Gatotkaca dapat disembuhkan dengan wasiat slendang yang merupakan tinggalan dari prabu Trembuku yang ternyata dimiliki oleh Arimbi. Akhir cerita dikalahkanya prabu Wasawala yang sangat sakti, ternyata mempunyai kelemahan kalau berperang dengan monyet putih, oleh karena itu Prabu Wasawala kalah berperang dengan Raden Hanoman.

Pagelaran wayangnya silahkn nikmati disini

Ki Hadi Sugito : Gatotkaca Kembar

Masih dengan tokoh Gatotkaca, kali ini KI Hadi Sugito menampilkan lakon “Gatotkaca Kembar”.

Berikut kisahnya saya kutipkan dari Bhartayuda Arena

pandawa menerima wangsit untuk mempersiapkan wisuda senopati senopati perangnya untuk berperang dalam bharata yudha. sementara itu ada syarat yaitu membangun jalan dari kayangan ke tegal kurusetra untuk menjadi jalan para dewa yang akan menyaksikan perang bharata yudha. nah jalan dari kayangan itu akan melewati alas tunggulrono yang menjadi kawasan penguasa gatotkaca.

siapa bisa menyelesaikan tugas itu akan diwisuda menjadi senopatinya para senopati dan akan menjadi senopati andalan pandawa dalam perang bharata yudha. tugas diserahkan kepada gatotkaca yang digadang gadang pendawa untuk memimpin barisan pandawa saat melawan kurawa. sementara itu gatotkaca mendapat mimpi buruk,dalam mimpinya dia hanyut dalam sungai yang airnya kotor(keruh)dan bisa bertahan dengan cara memegang akar pohon cendana. merasa ada sasmita tak baik gatotkaca segera pamitan untuk menghadap gurunya eyang seto.

Continue reading

Ki Hadi Sugito : Gatotkaca Suci

Ternyata cukup banyak lakon yang melibatkan Gatotkaca, putra Bima dan Arimbi.

Saya kutipkan sosok Gatotkaca dari bausastra

Gatotkaca

Adalah tokoh wayang cerita Mahabarata, Gatotkaca terkenal sebagai kesatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Ia adalah anak Bima, ibunya bernama Dewi Arimbi. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu, yaitu: Antareja putra Dewi Nagagini dan Antasena putra Dewi Urangayu.

Dalam pewayangan, Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Yang sebelum itu kakak ibunya yang bernama Arimba menjadi raja di negeri itu. Sebagai raja muda di Pringgadani, Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya, Brajamusti adik Arimbi.

Begitu lahir di dunia, Gatotkaca telah membuat huru-hara. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh untuk keperluan itu. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Senjata, yang bernama Kunta Wijayandanu itu bukan diserahkan pada Arjuna, melainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Usahanya ini tak berhasil. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digunakan memotong tali pusar Gatotkaca. Namun, begitu tali pusar itu putus, warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu.

Continue reading

Ki Sugino Siswocarito – Bronto Laras Tundung

Berikut adalah koleksi yang saya temukan di youtube ruangannya Mas Wanto83. Dalangnya masih Ki Sugino Siswocarito dengan lakon “Bronto Laras Tundung.

Audionya dapat didownload disini

Bagi yang ingin langsung download videonya dalam versi MP4 dapat dilihat disini

File-filenya saya convert sesuai aslinya sehingga bila ada kekurangan atau lakon tidak selesai silahkan konfirmasi kepada Mas Wanto83.

Matur nuwun nggih Mas.

Ki Hadi Sugito : Gatotkaca Gugur

Ini adalah salah satu babak dalam peperangan Baratayudha

Saya ambil referensi di wiki, lakon dalam perang ini di bagi dalam beberapa babak :

  • Babak 1: Seta Gugur
  • Babak 2: Tawur (Bisma Gugur)
  • Babak 3: Paluhan (Bogadenta Gugur)
  • Babak 4: Ranjapan (Abimanyu Gugur)
  • Babak 5: Timpalan (Burisrawa Gugur atau Dursasana Gugur)
  • Babak 6: Suluhan (Gatotkaca Gugur)
  • Babak 7: Karna Tanding
  • Babak 8: Rubuhan (Duryudana Gugur)
  • Babak 9: Lahirnya Parikesit

Silahkan nikmati Ki Hadi Sugito dalam membawakan Babak 6, Gatotkaca Gugur

Cerita bebas tentang lakon ini dapat dibaca disini

Ki Sugino Siswocarito : Srikandi mBarang Lengger

Ini adalah sumbangan Mas Bawor Samhan alias Mas Iman. Mas Bawor ini sudah cukup banyak menyumbang lakon wayang yang dimainkan oleh dalang senior Banyumas, “Ki Sugino Siswocarito”.

Terus terang saya belum mendengarkan jalan ceritanya karena baru saja saya download, namun dari judulnya yang agak “nyleneh”, sepertinya ini adalah lakon carangan berdasarkan kreatifitas dari dalang.

Matur nuwun Mas Bawor atas sharingnya ke kita, semoga para pecinta Pak Gino terpuaskan.

Linknya disini

Ki Hadi Sugito : Arimba Gugur

Prabu Arimba adalah raja Priggodani yang menggantikan ayahnya Prabu Trembaka yang tewas terbunuh saat bertempur melawan Prabu Pandu Dewanata, ayah para Pandawa. Rasa dendam yang begitu dalam untuk membalas kematian ayahnya terhadap Prabu Pandu, terpercik kembali setelah bertemu dengan para Pendawa yang diketahui sebagai anak turun Prabu Pandu. Hingga terjadilah pertempuran antara Arimba dan Bima.

Arimbi, yang adalah adik Arimba sebenarnya bermaksud mencegah pertentangan itu karena telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Bima nan gagah perkasa

Namun memang sudah harus terjadi bahwa akhirnya Arimba Lena

Ki Hadi Sugito : Abimanyu Ranjap

Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.

Sabda Nabi Muhammad saw di atas, awalnya menjadi pijakan dan pendorong saya untuk berbagi dalam blog ini, disamping tentu saja bertujuan lain seperti meluaskan silaturahmi, encourage kemampuan diri serta pembelajaran diri.

Orang tua saya dulu sering berujar petuah sederhana “Le … tangan ning duwur ki luwih apik tinimbang tangan ning ngisor”. Bapak ibu tidak perlu ngomong terlalu sering hal itu, karena mereka berdua hanya memberikan teladan. Sepanjang hidup beliau berdua, yang saya tahu, tiada pernah saya dengar keluhan dan upaya untuk meminta-minta kepada saudara lain walaupun saya tahu bahwa begitu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Bayangkan, hanya dengan gaji pensiunan tentaranya Bapak, mereka berdua harus sanggup membesarkan Sembilan anak dan memberikan bekal yang terbaik bagi anak-anaknya.

Dan yang saya tahu, disela keterbatasan itu Bapak dan Ibu selalu mengulurkan tangan bagi yang tengah dirundung musibah, memberi bantuan sekedarnya bagi yang tengah dilanda susah. Dan saat kami sangat membutuhkan jalan keluar terhadap suatu permasalahan, solusi selalu ada, Allah swt begitu baik kepada kami.

Hari Sabtu kemarin saya memperoleh kiriman 2 keping dvd berisi mp3 lakon wayang oleh almarhum Ki Hadi Sugito. Si Pengirim wanti-wanti untuk tidak mencantumkan namanya nanti saat saya unggah dan sharing koleksi itu. Dan tentu saja saya harus menghormati permintaannya.

Pagelaran wayang itu ada 15 judul sebagai berikut :

  1. Abimanyu Ranjap
  2. Arimba Gugur
  3. Gatotkaca Gugur
  4. Gatotkaca Suci
  5. Gatotkaca Kembar
  6. Gatotkaca Sungging
  7. Karno Tanding
  8. Ontoseno Ngraman
  9. Sadewa Reca
  10. Sengkuni Tundhung
  11. Subali Lena
  12. Wahyu Dewandaru
  13. Wahyu Godho Inten
  14. Wahyu Senopati
  15. Wahyu Slogo Himo

Setelah saya cek ternyata hanya “Wahyu Slogo Himo” yang telah ada di wayangprabu. Jadi saya mempunyai kewajiban untuk mengunggah 14 judul lainnya.

OK saya mulai saja dengan sharing yang pertama adalah lakon “Abimanyu Ranjap”. Lakon ini adalah salah satu episode dalam perang Baratayudha, dimana Abimanyu, anak Arjuna, gugur secara mengenaskan dalam pertempuran.

Bagaimana adegan menjelang, saat dan setelah tubuh Abimanyu “dihiasi” ribuan anak panah disekujur tubuhnya ? Silahkan nikmati saja disini

Madu Segara Takon Rama

Berikut bagi penggemar wayang kawasan Banyumas, Purwokerto, Cilacap dan sekitarnya, saya sharing pagelaran wayang kulit oleh Ki Sugino Siswocarito dari Notog Purwokerto dengan judul “Madu Segara Takon Rama”.

Lakon ini saya peroleh dari youtube dari kamarnya mas suryasatria.

Memang kualitas gambarnya tidak terlalu bagus, namun audionya saat di rip masih lumayan.

Silahkan nikmati disini.

Bagi yang merasa kesusahan untuk download video dari youtube, telah saya downloadkan MP4-nya. Sengaja saya download bukan flv (flash video) tapi mp4 untuk memperoleh kualitas audio dan video yang lebih bagus. Konsekwensinya memang ukuran file jadi lebih besar.

Silahkan download MP4-nya disini