Pandawa Dadu

Sesaji Rajasurya yang dilakukan oleh Yudistira dan adik-adiknya Pandawa, menyisakan rasa iri dan sakit hati Duryudana yang juga diundang menghadirinya. Betapa dilihatnya bagaimana begitu megah dan mewahnya istana Indraprasta. Betapa iri hatinya manakala disaksikannya bahwa negri yang baru seumur jagung tadi, apalagi bila dibandingkan dengan Hastinapura, sudah mampu menyelenggarakan sesaji itu. Berarti apa ? Bahwa pandawa telah diakui oleh negri-negri lainnya sebagai kerajaan besar yang dipimpin oleh raja besar.

Betapa masih terbayang rasa malu Duryudana saat dia tercebur di kolam dalam istana yang disangkanya adalah lantai kemilau. Matanya begitu silau akan kemilau istana adiknya itu. Namun hatinya tertutup mendung kedengkian.

Hatinya kembali bertekad untuk menjerumuskan kembali Pandawa dalam jurang kenistaan. Tidak rela dirinya semasa menyaksikan Pandawa hidup dalam kegembiraan dan kemulyaan.

Lalu upaya apalagi yang dilakukan Duryudana untuk mewujudkan niat jahat itu.

Solusinya selalu ada dipikiran cerdik namun kotor Sengkuni.

Selamat Menikmati

Cokro Ningrat

Masih dari Mas Imam Garut, Ki Nartosabdho kali ini bertutur tentang wahyu cokro ningrat.

Sudah ada beberapa dalang yang mempagelarkan disini, seperti Ki Hadi Sugito atau Asep Sunandar Sunarya, namun tidak ada salahnya bila menikmati juga pagelaran wayang oleh Ki Nartosabdho dalam versi Singo Barong.

Tokoh sentral dalam lakon ini adalah Abimanyu. Silahkan ikuti kehidupan sosok Abimayu disini. Ebooknya juga dapat diunduh di Pustakawayang.

Selamat Menikmati

Nartosabdho collection

Barusan sudah terima kiriman dari Mas Imam Garut koleksi Ki Nartosabdho :

  1. Brojodento mbalelo
  2. Cokro Ningrat
  3. Kolo Bendono Gugur
  4. Pandhawa Dadu
  5. Rama Nitis
  6. Resi Manumnoso
  7. Udawa Syembar

Udawa Sayembara sudah disharing oleh Mas Edy barusan.

Tentu para wayang mania khususnya pecinta dan pengagum mbah Narto sudah tidak sabar ingin menikmati, bukan.

Pripun Mas Edy dan Mas Imam, langsung disharing ?

Nunggu Senin saja nggih ?

Ki Narto Sabdho; Udawa Sayembara

Kalau melihat judul ini…ingatan saya langsung kembali ke nuansa akhir 1970-an, pada jaman tersebut saya masih kecil dan lakon yang sering aku dengar seputar mudanya Kurawa, Pendawa dan anak2 Widara Kandang seperti Narayana, Kakrasana, Bratajaya, Udawa dan Larasati. Lakon ini merupakan sumbangan dari si Pemburu peninggalan Ki Narto Sabdho yaitu mas Imam (Garut).

Awal cerita, didahului dengan kecewanya sang Burisrawa karene gagal meminang Bratajaya sehingga jadi ngengleng dan tidak akan kawin kalau tidak mendapatkan gadis seperti Subadra tersebut…..dan yang jadi keinginannya yaitu Dewi Larasati adik patih Udawa…..bagaimana kisah selengkapnya? Apakah Burisrawa berhasil meminang Larasati? atau Satria lain yang berhasil meminang Larasati?
Nah silahkan menikmati cerita lengkapnya:

Di Sini

Checking …

Live Links : 0/0