Begawan Tunggul Wulung


Prabu Duryudana merasa gerah dan merasa terganggu karena di Desa Kembang Sore, menurut informasi yang diperoleh, telah berdiri sebuah padepokan yang didirikan oleh Begawan Tunggul Wulung. Menurutnya, Desa Kembang Sore yang berada di puncak Gunung Kendeng masih berada di bawah wilayah Astina dan Begawan Tunggul Wulung belum meminta ijin kepadanya untuk membuat pesanggrahan disitu.

Oleh karenanya, karena dianggap telah melanggar wilayah Astina maka Duryudana memerintahkan Begawan Durna diiringi dengan para Kurawa untuk memerangi dan mengalahkan kalau perlu membunuh Sang Begawan.

Siapakah Begawan Tunggul Wulung sebenarnya, yang Anoman, Setyaki, Anantareja dan Gatotkaca-pun tengah menghadap Sang Begawan, dan bagaimana kelanjutan ceritanya.

Lihat Disini

5 comments on “Begawan Tunggul Wulung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s