MP3 Wayang Orang, PARTA KRAMA (Harga Sebuah Komitmen)


Beberapa hari lalu, sebuah pesan pendek masuk ke ponsel saya.  Isinya, salah seorang sahabat meminta saya untuk menjadi author di sebuah blog yang selama 2 tahun terakhir menjadi idola saya, Wayang Prabu.  Permintaan ini saya penuhi kendati keadaan saya yang serba kecil ini terasa begitu menghantui.

Betapa tidak.  Wayang Prabu adalah sebuah blog yang secara konsisten memperbaharui diri dengan materi-materi berbobot yang bertema wayang dan budaya jawa. Sehingga apapun yang saya posting nantinya akan menjadi acuan bagi ratusan orang yang berkunjung ke blog ini setiap harinya.  Ini sungguh berat buat saya!

Begitu hebat dan konsistennya Wayang Prabu dalam konten dan posting sampai menggelitik seseorang untuk ikut menikmati dari keberadaan blog ini secara finansial.  Puluhan kali pengunjung meminta untuk dikirimkan CD karena kesulitan dalam mendownload, selalu dijawab dengan arif namun tegas oleh empunya, bahwa semua konten yang ada diblog ini bukan karyanya, sehingga tidak pada tempatnya untuk memperbanyak dengan alasan apapun.  Mas Prabu mempersilahkan untuk mendownload filenya tersebut secara cuma-cuma. Artinya, dia hanya memiliki file yang disimpan di online storage dan mensshare kepada setiap orang yang tertarik untuk menikmatinya.

Tetapi diluar dugaan, banyak rekan yang memberikan informasi bahwa di sini menujual DVD Ki Narto Sabdo yang dengan tegas menyebutkan sumbernya.  Sejujurnya, ketika saya mencoba berkunjung ke link ini saya sempat kecewa karena atas nama  semangat nguri-uri dan menyebar luaskan karya besar Ki Narto Sabdho, seorang rekan tega, dan sampai hati memasang harga.  Tidak mahal memang.  Cuma Rp. 130.000,- untuk sebuah karya seni yang tiada duanya di dunia.  Akan tetapi jika dilihat dari bagaimana caranya memperoleh file itu, sungguh sangat menyakitkan.

Saya yang mempunyai pengalaman langsung mengconvert file dari magnetik ke digital dan mengupload ke online storage bisa merasakan hal itu.  Dimulai ketika harus membeli kaset pita yang harganya Rp.20.000,- per buah yang apabila membeli satu lakon (8 buah) senilai Rp. 160.000,-  kemudian merekamnya kedalam format digital –yang mau tidak mau harus memutarnya secara manual- membutuhkan waktu 8 jam untuk 8 kaset ditambah editing sana-sini sehingga menjadi file audio digital semacam MP3 sehingga secara keseluruhan mencapai 10 jam tiap lakon.

Setelah itu, mengupload file ke online storage yang dengan kualitas standard memerlukan waktu 30 menit untuk tiap-tiap file.  Dengan kata lain, jika 1 lakon terdiri dari 16 file, maka diperlukan waktu tak kurang dari 480 menit atau 8 jam.  Oleh   karenanya total waktu upload yang diperlukan guna mengupload 66 lakon adalah 528 jam ( hampir 1 bulan). Belum terhitung biaya listrik, bandwidh, kopi jahe, udud (eh, maaf: mas Prabu tidak merokok) dan lain-lain.

Jika lakon yang di bawakan oleh Ki Narto Sabdo mencapai 66 judul.  Itu artinya diperlukan waktu hampir 66 hari atau 2 bulan lebih,  Jika dihitung menggunakan perhitungan 3500 per jam di warnet dibutuhkan Rp. 1.848.000 ditambah harga kaset Rp.20.000 X 63 lakon X 8 kaset = RP. 10.560.000,- !!!!!!!!! Angka yang terbilang kecil untuk Gayus, tapi sunguh fantastis untuk saya. Wuih…………

Tentu saja tidak semua file itu di garap langsung oleh mas Prabu.  Banyak diantaranya adalah sumbangan berbagai fihak yang dengan sukarela menyerahkan untuk bersama-sama dinikmati, tanpa bayar, seperti milsalnya Mas Edy Listanto, Mas Imam, Mas Bambang Sutamto, Mas Suhandoko, Mbah Narko dan masih banyak lagi.  Tetapi harus dicatat, ketika Pak Narto meninggal tahun 1984, teknologi audio belum seperti sekarang.  Semua Karya Almarhum masih ginedhong ing pita swara, direkam dalam pita kaset.  Artinya ilustrasi yang saya ceritakan diatas akan tetap berlaku sama dan bisa generalisasi.  Cobalah iseng-iseng anda hitung, berapa lakon wayang di blog ini? .  Berapa waktu yang di butuhkan? Berapa (maaf, saru dan tidak pantas) biaya yang harus dikeluarkan? Lalu tenaga dan sebagainya.  Ah, wegah saya mikir.  Mending download saja daripada mikir itung-itungan seperti itu!

Sekarang bandingkan dengan download file kemudian membakarnya dalam keping DVD lalu menjualnya dengan harga 130.000 per keping seperti ini.  Jika untuk download 1 lakon (16 file) diperlukan waktu 20 menit per file maka waktu yang dibutuhkan  = 320 menit (5 jam 30 menit) tiap lakon.  Sehingga untuk 66 lakon diperlukan waktu 66 X 5,3 jam = 349,8 jam.  Dengan asumsi Rp.3500 per jam di warnet, maka modal awal yang diperlukan cuma Rp.1.225.000,-.  Selanjutnya tinggal membeli sekeping DVD senilai RP. 5000,-menggunakan ajian sakti pamungkas copy paste – dan burn!!!!!!!!!!!!! Tunggu prosesnya sampai selesai sambil mendengarkan wayangnya (barangkali akan dipakai untuk sinopsis J)  atau browsing gambar wayang buat sampulnya. Beberapa menit kemudian, selesai.  Terus dikirim via tiki atau paket pos Rp. 10.000,- Beres dan pasti turah alias sisa. Pasti, pasti dan pasti!

Tak pantas memang berbicara angka karena salah-salah dikira sirik atas rejeki yang mungkin diterima orang lain.  Terlebih sejak awal empunya blog tak pernah menyinggungnya.  Tetapi jika dikembalikan pada komitmen awal, untuk bahagia bisa berbagi, rasanya akan lebih bijak jika biarkanlah para pengunjung mendownload sendiri sesuai dengan kemampuan waktu dan bandwidhnya.  Karena jika mau jujur, sekecil apapun uang yang mungkin bisa kita terima bukanlah hak kita.  Sepenuhnya itu menjadi hak Ki Narto Sabdo dan semua ahli warisnya sebagai “royalty”

Ahh, sudahlah.  Saya tidak pada kapasitas menilai apapun.  Saya Cuma sekedar “ngudarasa”.  Perlu juga dicatat, bahwa sepatah katapun Mas Prabu tidak mengomentari hal ini.  Juga tak ada pesan sponsor apapun terkait dengan wibsite ini.  Semua yang saya tulis sepenuhnya dari ngudarasa saya pribadi yang ikut merasakan betapa susahnya merubah pita magnetik ke digital kemudian menguploadnya.  Cuma itu!!! Selebihnya terserah anda untuk meresposn atau tidak pada tawaran mp3 wayang kulit Ki Narto Sabdho seharga Rp. 130.000 per keping tersebut!

Kembali pada kesiapan saya untuk urun file ini blog ini sebagai author (topah-topah, gayaen), maka klungsu-klungsu saya ingin ikut udhu. Postingan kali ini adalah Wayang Orang, dengan cerita Parta Krama oleh Keluarga Wayang Orang RRI Surakarta yang direkam pada tahun 1982.  Kualitas suaranya masih bagus, sayang sampul kasetnya sudah tidak bisa tertolong lagi.  Dari aspek cerita, tentunya telah banyak diantara anda yang mengetahui.  Ini adalah cerita mengenai perkawinan Arjuna dengan Bratajaya (Subadra). Akan tetapi secara historis, Parta Krama adalah momentum kelahiran Raja Astina pasca Baratayda.  Dari perkawinan inilah nantinya akan melahirkan Abimanyu yang kemudian menurunkan Parikesit, Raja  Besar Astinapura di jaman kekemasan yang konon berlangsung hingga ratusan tahun kemudian.

Dalam upaya melamar Dewi Bratajaya, Prabu Baladewa mensyaratkan banyak hal yang sungguh terasa sangat sulit diwujudkan, antara lain pertama, pengarak pengantin harus naik kereta kencana yang ditarik raksasa dengan kusir kera putih yang bisa beksa dan berbicara.  Kedua, temu pangantih harus di balai kencana yang saka sadomas, yaitu gedung dengan 800 tiang penyangg dengan dekorasi yang kesemuanya dihiasi emas.  Ketiga, srah-srahan pengantin harus dilengkapi dengan karbau ndanu 120 ekor yang pancal panggung.  Keempat, pangantin harus didampingi para dewa dengan diiringi gamelan lokananta, dan kelima, pengantin pria harus mampu menerima pukulan dari pusaka sakti kyai Alugora.

Bagi Gatutkaca yang ketika itu menjadi duta Prabu Yudistira, merasa bahwa jawaban dan persyaratan yang diajukan oleh Prabu Baladewa adalah upaya untuk menolak lamaran Permadi secara halus.  Hal ini tidak salah mengingat pada dasarnya kehadiran Prabu Baladewa di Dwarawati karena mendapat amanat dari Prabu Salya, mertuanya,  untuk melamar Bratajaya guna dinikahkan dengan Raden Burisrawa.

Singkat cerita, setelah melewati berbagai tantangan dan hambatan, akhirnya Permadi berhasil menyunting Bratajaya.

Salah satu adegan menarik dan cukup monumental untuk diabadikan dalam lakon ini adalah pertemuan Gatutkaca dengan Dadung Awuk, raksasa yang dipercaya menggembala 140 ekor kerbau ndanu pancal panggung, milik Bethara Darma.  Dadung awuk hanyalah pangon dan dia hanya berhak menikmati tanpa berhak memiliki atau bahkan menjual.  Hebatnya, dia sadar akan posisi itu sehingga ketika Gatutkaca ingin meminjam (hanya meminjam) kerbau ndanu sebagai syarat pernikahan Permadi, Dadung Awuk rela berkubang darah mempertahankannya.

Kesimpulannnya, jika ada yang mendownload file dalam blog ini untuk kemudian dikomersilkan, maka dia tidak lebih baik dari Dadung Awuk.  Inilah harga sebuah komitmen!

Selamat Menikmati.

  1. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1a_1
  2. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1a_2
  3. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1a_3
  4. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1b_1
  5. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1b_2
  6. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _1b_3
  7. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2a_1
  8. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2a_2
  9. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2a_3
  10. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2b_1
  11. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2b_2
  12. WO Sriwedari, PARTA KRAMA _2b_2

8 comments on “MP3 Wayang Orang, PARTA KRAMA (Harga Sebuah Komitmen)

  1. dear mbak galuh, sebaiknya dibicarakan kpd org yang menjual dvd hasil download di WP. Apakah diajak musyawarah bagaimana baiknya, apakah diajak bisnis sistem kerjasama bagi hasil.

    Saya yakin pengunjung WP juga akan menyadari. bahwa mengelola blog itu membutuhkan biaya juga, jadi wajar jika hangleluri budaya kang adhi luhur ugi mbetahaken prabeya ingkang mboten sakedhik.

    Nuwun.

  2. mas/mbak saya cuma mau urun rembug.. saja saya pecinta wayang kulit. khususnya mbah narto.. gimana kl setiap download di kasih password..utk mendapatkan password dikenakan(biaya) istilahnya sumbangan… jadi seiklasnya . toh itu pun digunakan utk memburu lakon2 yg blm ada sebab (jerbasuki mawa beya)

  3. Sebelum kejadian ini, saya rajin mendownload karya Ki Nartosabdo, kemudian bareng2 didengerin sama rekan-rekan, saling mengcopy, saling cerita tentang wayang dan sebagainya. Sampai pada suatu malam (2 hari yl) saya ingin mendowload kangsa adu jago. tiba2 di password. lalu saya masuk ke email mbah Narko, kami saling email sehingga saya tahu duduk persoalannya.

    walaupun sampai sekarang saya malah tidak bisa mendowload sama sekali karena passowdnya tidak cocok. Ndak masalah…

    Nah apa karena DVD dijual itu lantas WP mempassword? apakah ini bukan langkah mundur. orang akan semakin pengin membeli DVD nya orang itu karena mau mendonwload susah banget… ?? menurut saya justru dilawan dengan digratiskan saja, agar DVD nya tidak laku… apalagi dia jelas2 melanggar kode etik dan “ra nduwe tatakrama”.

    Trus gimana nasib saya nih… pengin donwload, pasword dikasih, tetep tidak bisa?

  4. Sebelumnya saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini

    Diposting sebelumnya sudah sempat saya jelaskan duduk permasalahan kenapa kemudian sharing dipassword
    Dari beberapa email yang telah masuk banyak juga yang mendukung atau tidak mempermasalahkan mekanisme ini
    Dan tujuan yang lain ternyata dapat diperoleh, yaitu :
    Kita jadi lebih dapat bersilaturahmi intens dengan para pecinta wayang dan dari data yang telah terkumpul mudah-mudahan nanti dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama terkait dengan rencana membentuk semacam Paguyuban

    Untuk Mas Fitrie Wijaya silahkan kirim email kesaya untuk kemudian nanti saya infokan passwordnya, sekalian kita bersilaturahmi

    Matur nuwun atas perhatiannya

  5. Kalau kasus MP3 mbah Narto senilai Rp.130.000,- ini banyak direspon (baik secara halus maupun galak) oleh teman-teman pengunjung WP ini berarti rasa handarbeni kita masih cukup besar, baik handarbeni terhadap WP, handarbeni thd wayang kulit (khususnya Ki Nartosabdho) maupun secara umum handarbeni atas seni tradisi. Alhamndulillah . . . .

  6. Salam,

    Terima kasih atas kemurahan saudara-saudara kita yang telah berbagi dengan kita semua melalui website ini.
    “Gusti Allah ora sare”.
    Semulia-mulianya manusia bagiNya, adalah yang memberi manfaat bagi sesama.
    Di dunia Barat, manfaat bagi sesama ini langsung diwujudkan dalam bentuk materi (royalty, fee, dsb); sehingga banyak individu di dunia ini yang melimpah hartanya, karena mereka memang memberi manfaat (misalnya pemain sepakbola, penyanyi, bintang film, dsb)
    Di dunia Timur, belumlah terasa wujud imbalan berupa materi itu. Tetapi, berkah non-materi pasti lah ada.
    “Rejeki didatangkan Allah dari arah yang tak terduga”, saya pernah mengalami hal ini.
    Mereka yang berbagi dalam website ini, pasti lah mendapat kebaikan, baik langsung mau pun tidak langsung, berupa materi atau non-materi.
    Demikian pula yang menjual DVD seharga sekian itu, pastilah dia membayarnya dalam bentuk lain.
    Pepatah orang Barat: “There is no free lunch”. Dalam bahasa Timur, ada hukum alam, hukum sebab-akibat, hukum karma, dsb.
    Sesungguhnya, karma itu oleh orang Jawa biasa juga disebut jodoh.

    salam,
    Bas

  7. Menurut saya, dalam rangka memudahkan penikmat wayang kulit, sebaiknya disediakan mirror download di mediafire jangan hanya 4shared. Pengalaman saya kalo download lewat mediafire jauh lebih kenceng apalagi kalo diinstall internet download manager bisa lebih dari 120kB/s. Matur nuwun.

    • Idealnya memang begitu … Harusnya ada backup di tempat lain sehingga tidak mengandalkan hanya disatu lokasi saja
      Namun keterbatasan saya adalah bahwa file-file audio maupun video yang diunggah cukup besar. Sebagai contoh untuk kualitas standar durasi 1 jam satu file sekitar 50 MB, dan untuk satu lakon menjadi sekitar 400 MB. Dan disini sudah ratusan lebih lakon yang sudah disharing.
      Dan untuk mengunggah ditempat lain butuh waktu dan akses internet yang lumayan …

      OK btw usulannya bagus dan tentu menjadi bahan pertimbangan bila blog ini sudah dikelola secara profesional tidak seperti sekarang yang atas dasar sukarela dan seadanya

      Matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s