Lakon Baratayuda versi Ki Sugino Siswocarito


Bahwa dalam ranah wayang (kulit) Jawa terdapat beberapa perbedaan variasi gagrak, itu sudah kita pahami. Dan dalam setiap gagrak, sanggit serta alur cerita setiap dalang dalam melakonkan suatu lakon/cerita-pun bisa saja berbeda.  Bahkan perbedaan alur cerita dalam satu gagrak, juga dapat saja terjadi pada pementasan dengan dalang yang berbeda.

Perbedaan alur cerita itu mungkin karena adanya perbedaan persepsi dari Ki Dalang dalam melakonkan suatu cerita. Sedangkan persepsi itu diduga karena adanya perbedaan perguruan/patron terhadap dalang pendahulunya, sulitnya komunikasi serta jelajah antar kelompok suatu wilayah pemukiman yang pada masa itu yang belum se-intensif dan secair sekarang serta faktor lain. Maka  disadari bahwa akan banyak kita temui alur cerita yang menyimpang dari pakem umum atau disini saya sebut sebagai pakem mainstream.

Perbedaan tentang alur cerita, perbedaan sanggit mari kita lupakan. Itu merupakan masa lalu sebagai bagian dari perjalanan kesenian wayang (purwa) yang sampai saat ini masih hidup. Bila saat sekarang kita bisa menerima perbedaan dari setiap gagrak, setiap alur suguhan cerita, bahkan beat gending maupun kepraknya sekalian, maka kita akan lebih mendapatkan banyak kesempatan menikmati kenyangnya asupan jiwa dari seni wayang kulit. Fanatisme dalam menikmati gagrak, adalah kungkungan bagi kita akan adanya kesempatan menikmati variasi suguhan kesenian yang kita sering katakan adi-luhung.

Dan ketika sekarang ada sementara dalang yang menggelar apa yang diistilahkan gagrak campur-rasa, pagelaran yang mencampurkan setidaknya beberapa kekuatan gagrak besar yang masih eksis, hal itu merupakan upaya yang pantas kita dukung dalam mengenyahkan sempitnya fanatisme. Jangan diartikan hal itu merusak aturan/ pakem. Ini merupakan modifikasi yang positif dari sekian serbuan modifikasi negatif yang secara bertubi-tubi dan massive merusak sendi seni pakeliran dewasa ini.

Bicara mengenai gagrak dan alur cerita tadi, hal diatas adalah bentuk undangan saya terhadap  pengunjung “wayangprabu” yang akan kami ajak untuk lebih dalam lagi mengenal cerita Baratayuda yang digelar oleh Ki Sugino Siswocarito, seorang dalang wayang kulit Banyumasan dari Notog, Patikraja, Kab Banyumas, yang begitu digemari di Jawa Tengah, sisi barat-barat daya. Alur cerita yang akan kami unggah nanti bukan menggambarkan keseragaman alur cerita semua dalang dengan gagrak atau yang berdomisili di wilayah Karesidenan Banyumas secara umum. Karena dimasa lalu, hidup juga beberapa “mazhab” pedalangan yang mempunyai alur cerita dan gaya pakeliran yang berbeda satu dengan yang lain. Hal itulah yang saya kemukakan diatas sebagai sebab kemungkinan terjadinya perbedaan persepsi kerena perbedaan perguruan atau dapat juga disebut sebagai generasi dalang muda pengekor dalang senior yang menjadi mentornya, dan terbatasnya komunikasi dan jelajah antar lingkungan wilayah pada masa lalu.

Walau ada satu-dua dalang Banyumasan selain Ki Sugino yang pernah melakukan rekaman audio komersial, tetapi hampir tidak ada yang melakukan upaya filing/pelestarian/konservasi mengenai keberadaan lakon lakon dengan gaya pedalangan itu. Usaha konservasi inilah yang mendorong saya untuk membagi kepada banyak khalayak, agar sedikitnya masih ada upaya mendokumentasikan salah satu gagrak ataupun alur cerita salah satunya cerita Baratayuda Banyumasan.

Kali ini tidak seluruh lakon Baratayuda Ki Sugino yang dapat kami bagikan; ada beberapa lakon pelengkap yang masih dicari, tetapi paling tidak beberapa lakon yang saya akan unggah nanti, dapat menjadikan referensi mengenai bagaimana alur cerita, plot adegan, iringan karawitan dan aspek lain yang tentunya sayang bila tidak dapat dinikmati. Atau barangkali Anda akan melengkapi cerita yang belum kami temukan keberadaannya?

Lupakan perbedaan alur cerita, “sanggit”, risinya mendengar cengkok suluk atau suara keprak dengan nada tertentu dan rasa fanatisme terhadap suatu gagrak seperti yang disebut diatas. Lapangkan dada menerima toleransi. Kami ajak Anda pengunjung “wayangprabu” untuk menikmati lakon berikut ini, yang akan kami unggah berangsur angsur. Lakon-lakon yang akan kami unggah nanti adalah:

Bisma Gugur

Antasena Gugur (Mbangun Jaya)

Durna Gugur

 Gatutkaca Gugur (Suluhan)

Dan last but not least

Suyudana Gugur (Rubuhan)

Adakah diantara Anda ada yang masih menyimpan lakon Kresna Duta sebagai lakon awalan Baratayuda, Undur-undur Kajongan (Paluhan), Abimanyu Gugur (Ranjapan) dan Karna Tanding dari Ki Sugino? Lakon ini dulu pernah saya dengar rekamannya dari dalang ikon Banyumas ini. Barangkali Anda bisa melengkapi sharing dari saya dan Mas Mardianto.

(Terimakasih Mas Mardianto Suseno atas pinjaman kasetnya)

11 comments on “Lakon Baratayuda versi Ki Sugino Siswocarito

  1. huu laaaagh
    bali ngode mampir toko kaset antik anu bekasan,inyong takon kaset wayang,di tuduhna kaset pak Gino lakon abimanyu gugur,ning mung ana no.5 kro no.8 liyane wis di gondol wong jere tembe wingi.ngajog.com

  2. Kayane nang Radio radio tlatah banyumas pada duwe kabeh lakon abimanyu Gugur ( lakon paling Baik penghayatannya miturut Mbah Gino, karena pas Rekaman Istri beliau baru meninggal 7 hari sebelumnya) lan Kresna Duta, jajal bae kakange…

  3. MasPatik rajdewaku nek njenengap badhe teng Gubug kulo mohon tinggalkan pesan teng FB ne Peguyuban Pecinta Wayang mawon ben kulo saged teng umah, maklum Djarum Super ( djarang di Rumah suka Pergi) nuwun

  4. Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiip tenan kangmase bareng wis kepareng unggah dibrudulke, siip okoke jempol….pollllll. Nwn

  5. Maksude Lahire Parikesit apa kaya kuwe? Durung ana kang. Kapan kapan tek goleti. Sekalian arep nggolet Wrekudara – Arjuna Kependut; Karna Tanding terus Salya Gugur denggo nggenepi serial kiye.

  6. apa bae lakone asal kisugino dalange nyong seneng.dalang sing paling gampang di cermati .gole nyuarakna karakter wayang juga pas,bisa beda siji lan sijining wayang.ora kaya dalang liane ,tokoh wayang apa bae suarane pada.pokoke dalang gino sing paling bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s