By Bram Palgunadi

Ini adalah sebuah cerita imajiner, yang selama berminggu-minggu saya pikirkan. Sebagian besar pecinta wayang (tentu saja tidak semuanya), umumnya sangat menyukai figur Arjuna. Dhalang yang memainkan tokoh ini di jagat pewayangan, bahkan seringkali mengungkapkan sejumlah ‘nama alias’ kepada Arjuna. Misalnya, Pandhusiwi (karena putra Pandhu), Janaka, Permadi, Kombang Ali-ali, Panengah Pandhawa (karena ia merupakan anak ketiga di antara lima anak), Palguna (karena lahir di musim kemarau. Palguna = musim kemarau). Dan, tentu masih banyak lagi nama alias yang diberikan kepada Arjuna. Dalam jagat pewayangan, Arjuna seringkali digambarkan sedemikian sempurnanya sebagai seorang laki-laki. Atau, bolehlah dikatakan sebagai ‘lelaki idaman’. Paling tidak, hal itu sering dinyatakan oleh dhalang saat ‘nyandra’ (menceritakan) Sang Arjuna. Sedemikian sempurnanya, sosok Arjuna itu, sehingga kita sendiri seringkali menjadi terjerumus dan menjadi tidak obyektif, saat menalar tentang dirinya. Ada semacam sisi fanatisme yang kelewatan dan sangat berlebihan. Ulasan di bawah ini, saya sampaikan untuk memberikan gambaran sebaliknya. Bukan untuk memburuk-burukkan sosok Arjuna yang luar biasa itu, tetapi sekedar untuk memberikan gambaran, bahwa jika kita memandang dan memperlakukan seorang tokoh secara berlebihan, maka yang terjadi adalah ‘lupa diri’. Selain itu, juga untuk merenungkan, apakah benar seperti itu yang tampak atau justru sebenarnya kita sama sekali tidak tahu yang sebenarnya. Hal ini, bisa terjadi pada tokoh yang dipuja, maupun pada kita sebagai pemuja fanatiknya. Saat membaca tulisan di bawah ini, diperlukan imajinasi, perasaan, dan pemahaman logika; bukan fanatisme buta. Karenanya bacalah dengan perlahan-lahan saja, sambil minum kopi, dan menikmati makanan kecil. Pokoknya sambil santai sajalah. Bagi pendukung kuat dan pecinta tokoh Arjuna, jangan membawa-bawa unsur emosi saat membacanya, meskipun mungkin anda bisa saja tersinggung dan marah, saat membaca ulasan ini. Renungkan sajalah……
Bagi saya, sosok Arjuna adalah seorang pejabat tinggi dari suatu negeri yang terkenal di seantero jagat, dan lazim disebut ‘Kerajaan Amarta’ (Amarta Kingdom), yang terkenal sangat makmur, sejahtera, dan sangat dihormati oleh banyak negeri lainnya. Segala keteraturan dan hasil yang didapat Kerajaan Amarta itu, tentu saja berkat usaha dan upaya para kerabat Pandhawa, yang merupakan penguasa Kerajaan Amarta. Sangat mungkin, sukses Kerajaan Amarta itu juga dibantu dan didukung oleh masyarakat Amarta yang memang sangat mencintai para kerabat Pandhawa. Salah satu kerabat Pandhawa yang sangat terkenal dan jelas sudah menjadi ‘selebritas papan atas’, adalah Arjuna. Selain berperan sebagai pejabat tinggi negara di Amarta, ia memang terkenal sangat ‘dandy’, banyak sekali fans-nya, dan memang harus diakui saja, ia terkenal sangat tampan, modist, pintar, cerdik, sakti, luas wawasannya, banyak pengetahuannya, dan apalagi didukung postur tubuh yang sangat atletis. Ia bukan tipe seperti peragawan, yang sangat mengekspolitasi otot, tetapi kurang mengeksploitasi akal dan otaknya. Karena hal itulah, maka sejumlah besar selebritas pria di Amarta banyak yang iri hati dan diam-diam sangat mengidolakan Arjuna. Sedangkan para selebritas wanita, seringkali secara sadar atau tidak sadar, memuja Arjuna secara berlebihan.
Di Kota Metropolitan Amarta-Pura, papan-papan iklan raksasa banyak menampilkan wajah dan tubuh Arjuna, dalam upaya untuk membujuk dan memikat orang supaya membeli produk-produk dalam negeri Amarta. Bahkan sejumlah produk parfum untuk wanita, yang biasanya memakai tokoh selebritas wanita sebagai unsur penarik hati, sudah digantikan oleh selebritas yang namanya Arjuna! Dengan senyumnya yang manis dan mempesona, foto Sang Arjuna yang oleh perancang iklannya posenya diatur sedemikian rupa, supaya kelihatan sangat ‘sensual’ itu, seakan-akan hendak merayu dan memikat hati para wanita dan gadis Amarta, untuk membeli produk parfum yang diiklankan. Dalam suatu berita sore yang dilansir oleh stasiun televisi ‘Amarta TV’, diberitakan telah terjadi sedikit kericuhan, saat produk parfum bermerk ‘Gairah Kinanthi’ itu untuk pertama kali di-’launching’. Sejumlah wanita diberitakan berdesak-desak tak terkendali, saat waktu pembelian dengan harga miring karena dikorting, dimulai. Beberapa wanita, terutama para remaja dan janda, dikabarkan pingsan dan ini merepotkan para petugas sekuriti yang menjaga stan tempat ‘launching’ pertama produk parfum terkenal itu. Seorang reporter ‘Amarta TV’ memberitakan, bahwa sejumlah wanita dan remaja putri melakukan protes dan marah kepada para SPG (sales promotion girl), karena tidak kebagian parfum ‘Gairah Kinanthi’ yang diidam-idamkannya! Di layar pesawat televisi, tampak sejumlah wanita dan remaja putri sedang mengacung-acungkan tinjunya kepada sejumlah SPG yang kalang kabut melayani pembelian yang sudah di luar kendali itu! Mereka yang protes dan marah itu, seperti kerasukan setan saja, dan seakan sudah kehilangan sifat kewanitaannya yang lemah lembut! Yang terlihat adalah sekumpulan orang yang berang dan dengan muka merah padam karena marah, berteriak-teriak liar, meminta ‘jatah parfum’ idolanya!
Continue reading →
Like this:
Be the first to like this post.