SEMAR MBABAR JATIDIRI – Ki Timbul Hadi Prayitno
Ini kali kesekian, Pak Sugiran Aulia membagikan pagelaran audio wayang purwa. Kali ini beliau memberikan ke saya satu set kaset berisi 8 seri pagelaran dari Ki Timbul Hadi Prayitno. Kaset seperti ini tidak ditemukan di pasaran umum, karena ini adalah pagelaran yang diselenggarakan oleh DPP Partai Golkar pada Sabtu Pon 3 Juni 1995. Menurut yang tercatat, bahwa pagelaran ini adalah dalam rangka mempringati harlah Pancasila dan menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 50.
Karena pagelaran ini ditanggap oleh partai politik, lakon yang sejatinya merupakan babon cerita pakem, oleh Ki Timbul dimodifikasi sedemikian rupa sehingga intinya merupakan jlentreh Kyai Semar terhadap bunyi Pancasila. Wejangan ini disampaikan Ki Badranaya terhadap cucu-cucu Pandhawa, ketika Negara Yawastina dirundung perpecahan karena tindakan musuh yang melakukan adu domba.
Kaset lama ini sudah agak “owah”. Namun demikian Pagelaran Ki Timbul yang mengusung gaya tersendiri yang agak sulit ditemui di pagelaran lain dapat dikatakan masih lumayan baik.
Ki Timbul pada pagelaran ini mamainkan adegan Limbukan dan Budhalan, yang sebenarnya jarang dilakukan dalam pagelaran gagrak Mataraman. Ini mungkin dilakukan oleh ki Timbul untuk mewadahi keinginan para hadirin kader partai yang tentunya berasal dari berbagai kalangan. Namun didalam cerita budalan ini, beliau mengatakan bahwa dalam gagrak Mataram di pasinaonan juga mengajarkan hal tersebut.
Silakan bagi yang berminat untuk klik DISINI
Posted on 05/07/2012, in Ki Timbul Hadiprayitno, MasPatikrajaDewaku and tagged dpp partai golkar, wayang purwa. Bookmark the permalink. 4 Comments.












matur nuwun sanget mas patik rajadewaku
niki dalange kalih lakone pas banget kalih klangenane rama kula
Matur nuwum awit kawigstosanipun saget mbabar, lampahan puniko. Menawi pareng nyuwun rekamanipun
nuwun sewu menawi saged nyuwun rekamane semar mbabar jati diri supados gampil d donwload kalih nyuwun rekaman dalang2 clasic tur pakem pengin ngertos original leluhur budoyo maturnuwun 1000x