KBAP-Ki Bayu Aji Pamungkas

bayu-aji

Audio pagelaran wayang oleh Ki Bayu Aji Pamungkas :

  1. Kresno Boyong
  2. Sayembara Kunthi Pilih
  3. Kumbokarno Gugur
  4. Gondomono Luweng

tug-of-war1

Bayu Gojlok Bapaknya dari Atas Pentas

LHA wong dalang, kalau sudah di atas panggung, ya bisa melakukan apa saja. Termasuk menggojlok bapak sendiri. Itulah yang dilakukan dalang remaja Ki Mohammad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji.

Pada saat pentas di Forum Selasa Legen, di rumah Ki Manteb Sudharsono, dia habis-habisan menggojlok bapaknya, Ki Haji Anom Suroto.

Kebetulan sehari sebelumnya, dalang yang kondang dengan suara kung itu berulang tahun ke-54. Ki Anom lahir pada 11 Agustus 1948. ”Ini hadiah ulang tahun dari saya kepada Bapak,” kata Bayu.

Gojlokan bertambah ramai ketika pelawak Haji Kirun, Cak Dikin, dalang senior dari Jolotundo Klaten Ki Sayoko, juga tuan rumah Ki Manteb ikut bicara. Jadilah wayangan malam itu sebagai arena olok-olokan satu dengan yang lain, terutama Ki Anom.

Wong ki mbok kaya Pakdhe Manteb. Yen pas ora ngasta, panjenengane mesthi pilih ning ndalem, nggapiti wayang, natah, sinau sabet, sinau sanggit, lan liyane. Aja kaya Bapakku kuwi, yen ora payu tanggapan ya natah, ning natah Ibu, karo ngeluk boyok (Orang itu mestinya seperti Pakdhe Manteb-sapaan akrab Bayu kepada Dalang Setan itu. Kalau tidak ada tanggapan, dia memilih di rumah, membuat gapit wayang, menatah, belajar sabet, sanggit, dan sebagainya. Jangan seperti Bapak, kalau tidak ada tanggapan juga menatah, tapi yang ‘ditatah’ Ibu, sambil menekuk punggung),” katanya disambut tawa penonton.

Ki Sayoko menimpali, ”Bapakmu kuwi wis beja, duwe anak ngungkuli bapak. Kowe kudu pangerten, suk bapakmu wenehana gaweyan, ora ketang mung dadi tukang nggerong. Soale suk mben mesthi sugih kowe (Bapakmu termasuk beruntung, punya anak melebihi bapaknya. Kamu harus mengerti, besok Bapak harus diberi pekerjaan, meskipun sekadar penggerong. Sebab, nanti mesti lebih kaya kamu),” tuturnya.

Ungkapan itu langsung disambut Bayu, ”Sak niki mawon empun. Tapi tanggapan pirang-pirang malah mung diutangi terus kalih Bapak (Sekarang sebenarnya sudah. Namun, bayaran tanggapan berapa pun, selalu diutang oleh bapak),” ujar Bayu. Lagi-lagi penonton terbahak.

Jika suatu saat nanti dia terpaksa memberi pekerjaan bapaknya, itu juga harus menunggu, karena penggerong yang dia miliki sudah penuh.

Mangke kedah nengga yen wonten tukang nggerong medal setunggal, Bapak nembe mlebet. Sing penting mboten angsal gerok (Nanti harus menunggu kalau ada penggerong yang keluar satu, baru Bapak bisa masuk, yang penting tidak serak),” kata Bayu.

Wah, yen Bapakmu iku ya mesthi gerok. Wong Bapakmu kuwi ora gerok yen nganggo bayaran. Coba, saiki kon nembang, mengko rak gerok (Wah, kalau bapakmu pasti serak, karena dia tidak serak kalau dibayar. Coba, sekarang disuruh menyanyi, pasti serak, karena tidak dibayar),” kata Kirun.

Hampir seluruh adegan Limbukan sekitar satu jam, habis untuk ”menghajar”’ Ki Anom Suroto. Yang digojlok pun hanya bisa tertawa ngakak. ”Kalau diam, berarti setuju,” kata Kirun.

Para dalang membandingkan kiprah Ki Anom dengan Bayu, yang kini memang terus meningkat kemampuan dan keterampilannya mendalang. Suara dan sabetan yang dimilikinya benar-benar memukau.

”Tinggal mengisi rasanya. Mudah-mudahan dengan proses menuju dewasa, dia bisa lebih meningkatkan rasa dan nges pada saat memegang wayang. Kalau itu dimiliki, dia akan lahir sebagai dalang sempurna,” kata Kirun.

Sebagai dalang muda, Bayu diangap memiliki bekal komplet. Sabetan bagus, suara juga oke. Jarang ada dalang memiliki bekal komplet. Biasanya, jika suaranya bagus, sabetannya kurang oke. Begitu sebaliknya. ”Karena itu, kalau jadi nanti, dia akan sangat hebat,” tambahnya. (Joko Dwi Hastanto-14e)

http://www.suaramerdeka.com/harian/0208/14/slo3.htm

34 comments on “KBAP-Ki Bayu Aji Pamungkas

  1. kok link nya hilang… mohon dengan hormat utk di tampilkan lagi… saya belum selesai unduh yg semar kuning ,kami dari radio buat menghibur warga jawa yg ada di perbatasan juga di malaysia…juga yg ada di daerah2 terpencil …di kalimantan timur..

    matur nuwun
    Radio Grass Tarakan Kaltim

  2. padha ca parto, ki yo mung mrongos, tiwas tak pencat-pencet ra metu-metu, kang parto, pribun kabare, nki saking rencang main kentrung djos. pun dangu mboten panggih kok kadose kapang tenan.
    kagem mas prabu, semoga tambah banyak koleksinya, biar kita-kita tambah puas.

  3. Saya sebenarnya hanya saran untuk mas bayu yang masih muda barangkali akan lebih leuar biasa lagi apabila beliau berkenan untuk menguasai bahasa inggris sehingga beliau mampu mendalang bahasa inggris saya yakin bule2 banyak yang pingin tks

  4. kagem sedoyo mawon,bilih wonten giaran ringgit kulo nyuwun dipun kintuni warto…matur sembah nuwun

  5. Mas Galuh……wah sido melu2 mrongos tenan lek ngene iki….hla piye link’e yo ra iso dibukak je…kandhane “Link file yang Anda minta tidak berlaku”…

  6. Wah aku geleng kepala melihat videonya wayang bayu…sabetanya wah wah…bener2 hebat…salut…pinter tenan…Hebat

  7. Pak saya mohon informasi contact person managemen ki Bayu Aji Pamungkas..untuk tampil di Kalimantan

    hubungi saya di 081254981777

  8. Saya beberapa kali melihat penampilan Bayu Aji di Televisi.
    dan satu kali menonton langsung Pagelaran Ki ANOM dan BAYU, di Bagan Batu, Sumatera Utara pada bln September 2009 yg lalu. Saat itu mereka membawakan lakon BISMO GUGUR.
    Untuk alur lakon pak Anom sangat piawai, bagus dan berisi.
    Bayu Aji, Sabetannya itu lho yang super,… terlebih saat memamerkan kelihaiannya saat perang Arjuna di keroyok Cakil dkknya. Wahh.. seru. Betul2 tangannya terlatih dan sangat trampil.
    Tantangan : Dengan adanya dalang-dalang muda yg tumbuh,.. tapi tidak diikuti tumbuhnya penonton dan pecinta wayang dari para kawula muda.
    Saat saya menonton pagelaran Ki Timbul, pada bln Pebruari 2010 di Beduyu, Wukir Sari, Jogyakarta, saya lihat penonton yg muda2 pun sedikit.
    Piye iki poro sesepuh….?
    Presiden Amerika Serikat BARACK OBAMA aja suka wayang, kok anak2 muda kita tidak…?
    Kewajiban kita para Seniman Senior utk berupaya agar ‘cah nom’ ojo mung bengong tokh……
    Piye ….. ?

  9. saya selalu mengikuti pentas wayang kulit oleh Ki Anom Suroto dan Ki Bayu AJi yang tentunya terjangkau oleh saya. saya sangat mengagumi mereka. kalau boleh saya juga minta contact person Ki Bayu AJi. bisa di kirim ke alamat email saya atau ke nomor hp 085234432749. terima kasih. buat Kang Prabu semoga makin komplit aja isi halamannya.

  10. Nuwun sewu dalem tenggo lakon sanesipun. maturnuwun.Bp.Supadi, M.Kep.,Sp.MB (Dosen Politeknik Kesehatan Semarang). Hp.081327422283.Wass.

  11. untuk penggemar Ki bayu Aji Pamungkas tgl 1 Juli 2010 di dusun Dawe, Desa karangsari, Kec. Jatiyoso, Kab. Karanganyar akan ada pagelaran di sana.
    kalau dari arah Kabupaten Karanganyar ke tenggara lewat Jumapolo, sebelah timurnya desa Jumantoro.
    Kalau dari Matesih berarti ke arah selatan. Atau kalau dari Wonogiri berarti ke timur laut, lewat Jumapolo atau Jatiyoso.

    • mas pentsnya hari kamis malam jumat jadi tanggal 1 malam? memang ini acara apa mas maturnuwun, gatot jakarta, penggemar berat mas bayu dan pak anom

  12. Maaf mas, mau tanya saya download yang koleksinya mas guntur kok selalu memasukan sandi, tapi tidak pernah berhasil. Saya mohon diberi tahu sandinya apa mas?
    Dari Bp. Supadi (Politeknik Kesehatan Semarang).Nuwun

  13. Maaf tampilan dan koleksinya ga ada kemajuan sama sekali dari tahun lalu, padahal sangat ditunggu khususnya para pencinta wayang, kalau mau lestari haruslah memperbanyak koleksi yg pada dasarnya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap generasi penerus, kenapa blog lain sangat cepat menyebar sedangkan wayang tidak bisa begitu??? saya sangat berharap ada orang khusus yg selalu meng up date dg koleksi lebih banyak, matur nuwun…

  14. Mas bayu memang oye kapan meleh ndalang wonten kaltim khusussipun bontang,,,,,
    sugeng tetepangan,,,,

  15. Saya juga penggemar wayang, khusus mas bayu aji, jadi sering cari di internet. kemrin waktu ndalang di bontang, sayang pas neng jowo jadi yo gak ketemu. kapan mas bayu ndalang neng Bontang. tak tunggu sabetane . matur nuwun ( wong sragen )

  16. adinda bayu ….saya mengikuti adinda sejak masih kecil waktu pagelaran rutin di KODAM V brawijaya, waktu itu turun panggung dijemput ibu tercinta dan digendong saya masih ingat betul,sampai sekarang saya tdk pernah absen jika bpk H ANOM SUROTO manggung dikota Surabaya. Sekarang jika bpk manggung banyak CAH NOM yang nonton juga karena Bayu, untuk itu saya memberi apresiasi kpd adinda Bayu, selamat berkarya semoga generasi muda lebih mencintai budaya bangsa utamanya wayang kulit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s