Singa bermental kambing

Repost on Bumiprabu 2007-11-23

By Prabu

Sumber Gambar : http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs384.snc3/23476_376638829541_585904541_3808739_5423676_n.jpg

Pagi yang indah. Gelap mulai suram sirna ditimpa oleh sinar mentari yang mulai muncul mengawali hari. Sehabis sholat subuh, Mas Pras dan Mbak Tika duduk di teras dekat taman depan rumah menikmati udara pagi disela rintik hujan gerimis. Sedikit gelap masih tersisa, namun segarnya suasana dan hijau basahnya tetanaman membuat hatipun menjadi basah. Adem dan ayem.

“Mas, indah dan menyegarkan ya pagi ini” ujar Mbak Tika mengawali pembicaraan.

“Iya dik, rasanya paru-paru ini begitu lapang saat menyedot udara pagi yang segar ini. Dan mata seakan terpuaskan ketika memandang kesegaran alam pagi ini.”

”Iya Mas, tapi aku masih penasaran sama pembicaraan kita semalam mengenai kondisi masyarakat dan negara kita yang kayaknya belum bisa lepas dari keterpurukan. Sementara pembangunan terus didengungkan, namun berita korupsi dan penyelewengan uang rakyat sebanding dengan berita tentang terjadinya bencana di seantero wilayah nusantara. Dari berita tentang pertumbuhan ekonomi dibarengi dengan berita tentang penghamburan uang negara oleh para pejabat pemerintah kita. Yang pengin tunjangan dinaikkanlah, yang membangun rumah dinas bak istana, yang jalan-jalan ke luar negri dengan mengangkut seluruh anggota keluarga. Mereka pejabat atau penjahat ya Mas ?”

”Huss … jangan bilang begitu dik. Berbaik sangkalah kepada mereka. Toh merekalah yang telah kita pilih melalui proses pilkada ataupun pilpres.”

”Ah … Mas, kayak nggak tahu aja. Lha wong setiap kali pilkada pasti selalu ada keributan kok. Yang kalah selalu ngomong kalau telah terjadi kesalahan atau merasa digembosi dan dianiaya sehingga mengerahkan pendukungnya yang telah dibayar untuk mendemo terhadap hasil pilkada itu. Demo ratusan orang seolah mewakili seluruh masyarakat. Terus opini disebar di berbagai media. Nah, yang menang kemudian membalasnya dengan bantahan akan kecurangan di pilkada. Kemudian dia mengerahkan massanya untuk menggelar demo tandingan. Akhirnya kedua kubu bentrok. Polisi campur tangan. Sehabis itu selesai sudah, beritanya nggak ada lagi. Penyelesaian dan hasil akhirnyapun kadang hilang tergantikan oleh berita lain yang sedang hot. Demokrasi macam apa itu !” jawab Mbak Tika sewot.

”Ya jangan trus marah-marah gitu dong Dik. Nanti cepat tua lho he he he … Kan kita lagi belajar demokrasi. Mungkin ada yang belum mengenal arti demokrasi dan belum mengenal arti legowo ketika kalah bertganding. Itu soal lain. Kalau menurut saya sih, sikap tersebut didasari oleh pikiran dia bahwa dia merasa rugi besar karena telah mengeluarkan modal besar untuk ikut pilkada dan ternyata tidak balik modal he he he … Meskipun dia orang partai, tapi kan pasti ada modal pribadi yang dipakai untuk investasi. Yang pada gilirannya seandainya nanti menang dia harus mengembalikan modal partai dan modal pribadi. Astaghfirullah .. saya kok jadi berburuk sangka gini ya ..”

“Nggak papa kok Mas. Lha wong begitu itu memang sudah menjadi rahasia umum kok. Dan partai-partai yang ada kebanyakan memang bergerak hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Kalaupun mereka mengungkapkan sebagai pejuang rakyat dan selalu memenuhi aspirasi rakyat, namun pada kenyataannya itu sebagai kedok belaka. Tujuannya adalah melanggengkan kekuasaan untuk menghidupi partai yang didalamnya terdapat banyak pribadi orang dengan berbagai ambisi.”

“Iya ya Dik. Saya baca di Pikiran Rakyat kemarin, masak untuk menjadi calon independen diluar partai yang akan ikut pilkada harus memenuhi persyaratan yang wuihhh … hebat betul. Harus didukung oleh 3 % penduduk dan menyetor uang sebesar 1,3 M sebagai apa ya kemarin. Anggap saja sebagai syarat penitipan.”

“Ya begitulah. Tapi sekarang saya pengin cerita Mas. Sekali-kali dong saya yang cerita tidak Mas melulu. Gini-gini saya juga rajin membaca lho Mas tidak hanya nonton sinetron terus.”

“Tapi kemarin saya lihat kamu masih melihat sinetron di RCTI, apa itu …. Aisyah ya !”

“Ah .. itu karena saya hanya penasaran saja Mas. Masak ceritanya nggak habis-habis dan sengaja dipanjang panjangin dan semakin nggak logis saja.”

“Sudah tahu dibodohin eeeee masih terus nonton juga. Gimana sih!”

“Iya Mas habis ini nggak mau lagi saya dibodoh-bodohin. Saya akan lebih selektif dalam nonton teve terutama untuk kebaikan si Ganden juga.”

”Oke gimana dik cerita yang akan kamu sampaikan tadi”

”Begini Mas jalan ceritanya : Continue reading

Delete Blog Bumi Prabu dan Nartosabdho

Dengan menimbang beberapa hal maka tadi pagi akhirnya sebagian blog-blog yang saya kelola akhirnya saya delete, yaitu blog Bumi Prabu dengan alamat klatensolojogja.wordpress.com serta mengenang Nartosabdho dengan alamat nartosabdho.wordpress.com.

Alasan yang utama adalah bahwa saya tidak mampu lagi mengelola banyak blog dengan bermacam-macam jenis konten, meskipun sebenarnya bahan-bahan postingan ada, namun berdasarkan kaidah blog yang baik dan sehat tidak dapat saya penuhi. Apa itu ? Yaitu konten blog selalu update dan tampilannya berkembang menuju kesempurnaan. Kedua blog di atas, sekian lama tidak terurus mengingat keterbatasan waktu. Dari pada ada yang komen kemudian merasa mangkel karena tidak dijawab-jawab, maka lebih baik saya putuskan untuk mengubah statusnya menjadi retired alias di delete saja.

Memang cukup panjang sejarah blog Bumi Prabu bila saya merunutnya kembali. Di awali sekitar tahun 2007-an mula-mula saya iseng bikin blog karena pada saat itu mulai booming blog bertebaran dimana-mana. Kemudian saya memilih wordpress diantara yang lain setelah mencoba-coba berbagai jenis free blog dengan akun prabu sehingga akhirnya terbentuk prabu.wordpress.com.

Bumi prabu berjalan dengan cukup lancar dan meskipun awalnya beberapa bulan agak tersendat, namun alhamdulillah beberapa tahun kemudian dapat berjalan lancar dan update terus. Hingga hits mencapai jutaan, sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Dalam blog ini saya mengangkat tema JADUL.

Kalau Anda pecinta Koes Plus tentu akan mengingat blog ini karena saya hunting sana-sani dan hampir semua album KP atau KB terutama yang jadul, saya sharing. Begitupun bagi penggemar Rhoma Irama. Audio, video bang haji ini hampir lengkap saya sharing. Begitupun untuk karawitan jawa, keroncong maupun lagu-lagu daerah lainnya.

Hingga akhirnya suatu saat kemudian saya terpikir untuk membuat blog dengan konten yang unik yaitu tentang WAYANG. Mungkin saat itu hanya beberapa yang ada (kalau sekarang sudah banyak blog serupa) dan seperti halnya Bumi Prabu, beberapa bulan di awal pembentukan sempat mandeg kreatifitas dan hilang nafsu update namun akhirnya teratasi juga sehingga konten bisa selalu update. Blog itu dulu ada di prabuwayang.wordpress.com.

Bahkan mengingat perkembangan blog yang pesat, dulu saya sempat berlangganan membeli media penyimpanan di wordpress sehingga file-file yang saya sharing ada di hosting wordpress.

Namun malapetaka terjadi, akun prabu dan prabuwayang suatu saat (saya sudah lupa tanggal persisnya), di suspend oleh Admin mereka. Saya sempat mumet dan kemudian mutung nggak ngeblog lagi.

Namun akhirnya khusus untuk blog wayang, saya buat akun baru lagi di wordpress yaitu akun lama saya balik menjadi wayangprabu. Dan akhirnya jadilah seperti sekarang wayangprabu.com setelah saya langganan nyewa domain dot com per tahun untuk wayangprabu sekitar dua tahun lalu.

Dan sepertinya, mengingat keterbatasan yang saya miliki maka ke depan saya hanya fokus pada blog ini saja. Yang saya sudah rasakan, satu blog ini saja cukup menyita waktu sehingga mudah-mudahan nantinya bisa semakin baik.

Dan mudah-mudahan sekali lagi wayangprabu tidak di bredel lagi … he he he

Matur nuwun

MINGGU WAGE

Nih … beginilah hasil dari ramalan tentang diri saya berdasarkan weton, tanggal dan bulan lahir serta zodiak yang saya peroleh dari sebuah situs. Dan hari ini kalau nggak salah adalah “MINGGU LEGI”.

Tanggal lahir : Tujuh

Lahir tanggal tujuh menunjukkan seorang ahli dengan daya pikir tajam untuk analisa mental yang dalam. Anda seharusnya jangan berjudi atau berspekulasi; sebaliknya, Anda harus memeriksa dengan teliti semua bisnis sebelum Anda terjun di dalamnya. Berintuisi tinggi bila tidak psikis (cenayang), Anda sebaiknya jangan pernah menuruti nasihat yang menentang insting Anda. Anda harus MENUNGGU untuk apa yang Anda inginkan daripada mencarinya dengan agresif. Apa yang Anda inginkan akan datang sendiri hanya bila Anda tidak aktif mencarinya. Anda berbakat memainkan alat musik bersenar (termasuk piano) dan organ.  Anda juga berpenilaian bagus dalam bidang keuangan. Pendapat Anda tegas, dan Anda tidak suka mengubahnya. Anda mengalami kesulitan beradaptasi secara fisik dan Anda cenderung menyendiri, di mana keduanya membuat pernikahan Anda menjadi sulit.  Luangkan waktu setiap harinya untuk bersantai dan meditasi.

Bulan Lahir : Mei

Wataknya:

  • Pandai menguasai perasaan
  • Pandai mengambil hati orang lain
  • Punya selera tinggi dan senang kehidupan yang serbah wah.
  • Senang menunda pekerjaan.
  • Agak boros walau rejekinya bagus.
  • Tidak suka basa-basi dan tidak senang dipuji.

Weton : Minggu Wage

Mereka yang lahir di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian — bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah. Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini.

Taurus – Banteng (21 April – Mei 20)

Keras Kepala, Materialistis, Pasif, Ramah & Sabar, Praktis dan Setia, Memiliki Jiwa Toleransi

Nomor Keberuntungan: 12,19,23, 33, 39,41

Aroma Keberuntungan: Aroma Madu, Mawar, Lily, Kayu Oak

Planet Yang Mengitari: Venus

Bunga Keberuntungan: Bunga Daisy, Violet

Warna Keberuntungan: Coklat, Hijau

Batu Keberuntungan: Batu Pirus (Batu bermata biru)

Elemen Keberuntungan: Tanah

Pasangan Serasi: Scorpio

Taurus adalah simbol kepastian dan kehendak yang kuat. Taurus biasanya berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Mereka memiliki selera tinggi pada pakaian, lukisan, barang-barang antik dan barang-barang mewah lainnya. Cita rasa Taurus sangat tinggi, namun cenderung konservatif. Mereka sangat menikmati alunan melodi dan musik yang indah. Taururs suka menolong orang lain dan tidak mudah marah. Mereka tidak suka didesak dan cenderung keras kepala bila terus menerus didesak. Para Taurus cenderung setia, stabil dan sabar, meskipun kadang mereka keras kepala. Mereka memiliki pandangan yang baik untuk meraih tujuan mereka sehingga mereka cukup berhasil. Mereka gigih pada keputusan yang telah diambil dan tidak ada seorangpun yang dapat merubah pendiriannya. Karena Taururs tidak suka didesak, maka banyak yang menjulukinya si Lamban. Namun demikian, kamu dapat mempercayakannya dalam membantumu keluar dari masalah. Mereka bukan tipe orang yang mudah melanggar janji dan mundur dari suatu keyakinan, dan mereka memiliki stamina dan ketekunan untuk bertahan dari lawan-lawannya. Kekuasaan Taurus sangat hebat sehingga mereka tidak mudah gagal dalam hidupnya.

Asmara para Taurus: Para Taurus cenderung pendiam dan bergairah. Mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hidup mereka seperti musik yang lembut, lampu yang redup, dan anggur terbaik untuk menemani mereka menghabiskan waktunya dengan orang yang mereka cintai. Taurus selalu mengutarakan hatinya secara langsung dan tidak suka bertele-tele bila menyangkut urusan cinta. Mereka berusaha menyenangkan hatimu dengan harapan mendapatkan balasan yang sama dari pasangannya.

Kalau ditanya kepada saya, Apakah percaya pada ramalan di atas ? Maka saya menjawab dengan tegas, TIDAK !!! Kalau sekedar membaca dan kemudian me-refleksikan ke dalam diri saya terhadap konten-konten tentang ramalan itu, maka saya akan senyum-senyum sendiri sambil kemudian memberikan penilaian, INI sesuai, yang INI bertentangan, yang ITU ngawur dan yang ITU ngaco !!!

Jelas saja bahwa dari sekian banyak deskripsi penjelasan tentang watak seseorang, minimal satu atau sekian pasti ada yang “kebetulan” bersesuaian.

Sebagai seorang Muslim, tentu yang saya percayai dan dijadikan sebagai pedoman hanyalah Rukun Iman yang berjumlah 6. Iman kepada Allah, Malaikat, Nabi, Kitab, Hari Kiamat dan taqdir baik dan buruk.

Ramalan adalah bersifat ghaib padahal yang mengetahui segala hal yang ghaib hanyalah ALLAH semata, lain tidak.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [QS Al An'aam:59]

“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS An Naml:65)

Tugas saya sebenarnya mudah, tinggal IKHTIAR, kemudian DOA kepada Allah dan kemudian TAWAKAL menyerahkan segalanya kepada ALLAH semata.

“Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)

“Tuhanmu berfirman: “Jika kamu bersyukur, pasti akan Kami tambah nikmat kepadamu. Jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS Ibrahim:7)

Aku masih gundul pacul

Jubing Kristianto feat. Suryadi – Gundul Gundul Pacul
Taken from the album “Hujan Fantasy”, 2008
Recorded live at Mal Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Indonesia. November 7th, 2007.

Kita bisa berkaca pada lagu sederhana ini
hanya tiga baris kalimat
sering dulu kita nyanyikan sambil ketawa ketiwi
saat masih anak-anak
bermain, tertawa ceria seraya menunjuk-nunjuk penuh canda kepada teman kita yang saat itu berkepala gundul
tidak ada yang marah apalagi kemudian mutung tidak berteman lagi
paling juga yang merasa gundul hanya tersenyum kecut ataupun tertawa hambar
atau kadang malah ada yang merasa bangga dengan status ke-gundulan-nya

Kinipun setelah dewasa, kita sering menyenandungkannya

Gundul gundul pacul cul gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Gundul-Gundul Pacul – Pitoelas Big Band

Harusnya mendengar lagu ini
tidak ada lagi yang harus ditertawakan
walaupun kepala kita saat ini digunduli
atau sudah gundul karena ditinggal rambut-rambut kita yang mulai rontok
tidak perlu kita mentertawakan kepala gundul kita
apalagi kepala-kepala gundul yang bertebaran di jalan
di kantor ataupun di pasar-pasar

Sudah seharusnya kita merasa tersentil dengan makna lagu ini
apakah kita yang dituju lirik-lirik itu ?

Gundul gundul pacul gembelengan

Pacul sangat akrab dengan kehidupan petani
alat vital bagi buruh penggali lubang dijalanan
dan sesiapa yang ingin menggali, meratakan tanah
pacul harus tajam agar mampu memecah tanah
bagaimana bila tumpul atau gudul ?
pacul tidak akan bisa membanggakan kemampuannya lagi
apatah lagi kemudian menepuk dada atas kehebatannya

begitupun kita
adakalanya sikap dan tindakan kita begitu gembelengan
sering sombong dan berbangga diri
terhadap sesuatu yang bukan hasil kerja kita
tidak nyadar bahwa
pacul kita telah gundul
pikiran kita tumpul tiada asupan ilmu dan hikmah
namun justru kebodohan kita ini yang menyebabkan
gembelengan, petentang petenteng unjuk dada

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

aduh …. tidak merasakah kita bahwa setiap insan diberi tanggung jawab dalam kehidupan ini ?
yang terkecil berupa responsibility terhadap diri pribadi
bahwa kelak harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan
pun sebagai kepala keluarga yang wajib membawa anggota keluarga dalam kebaikan
apa lagi bila jabatan direktur, manager, sampai presiden negri ini
bayangkan ada berapa kepala yang menjadi tanggung jawab kita
puluhan
ratusan
ribuan
jutaan
sampai ratusan juta
Lha kok masih berani-beraninya gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

coba bayangkan
bagaimana akibat kesombongan kita
karna keteledoran kita
lantaran kebodohan kita
semua jadi berantakan
semua menjadi tidak berguna

wakul berisi sego yang kita usung
nglimpang
terjungkal, jatuh
sego, nasi bertebaran memenuhi tanah
semua mubazir
sungguh sangat memalukan dan menggiriskan

oh …
akibat pacul kita yang gundul namun masih mengedepankan gembelengan

Gundul gundul pacul cul gembelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Gundul-Gundul Pacul by Kyai Kanjeng

Ngliliiiir Mas !!!

Ilir-ilir diringi petikan siter, nyamannya

Setiap kali mendengar lagu ini hati saya selalu tersentuh, apalagi bila sang penyanyi membawakannya dengan bagus dan penuh penghayatan didukung aransemen yang indah. Syair lagunya saja sudah mampu membawa kita untuk tepekur. Palagi bila kita mampu menjiwai makna yang terkandung dalam syair-syair nan bermakna itu.

Dulu tulisan ini pernah saya posting disini.

Ilir-ilir bersama RICH di film “Sang Pencerah”

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir

Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi

Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar

Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru

Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

Penjelasan Makna bersama Langen Budaya

Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi

Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu

Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira

Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu

Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir

Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek

Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

Ilir-ilir versi Kyai Kanjeng

Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore

Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore

Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Disini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane

Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang

Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.

Ya suraka, surak hiya

Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA

Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya.

Semoga bermanfaat.

Kejahatan dibalas Kebaikan

Kalau kita berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita
itu adalah hal yang wajar
andai orang bersikap lembut kepada kita
memang selayaknyalah kalau kitapun bersikap lebih lembut
bila orang memberi sesuatu kepada kita
dengan senang hati pasti kan membalasnya yang lebih baik

Namun …
Bisakah berbuat baik kepada orang yang mencelakai kita ?
mampukah kita membalas kejahatan dengan kebaikan ?
sanggupkah kita memberi maaf kepada orang yang telah membuat sengsara ?
dapatkah kita memberi untaian senyum dan kata halus tulus terhadap orang yang telah memfitnah ?

Uhhh … tak terbayangkan
begitu sulit sikap diatas akan terwujud dan menjadi amalan kita

Betapa tidak …
sikap membalas atas derita diri dianggap sudah lumrah
merasa diri terzalimi, menuntut untuk segera terbebas dan
terpuaskan dengan tindakan yang sama atas orang yang menzalimi
derita hati akan kata-kata yang menyakitkan seakan terlampiaskan
bila melakukan hal serupa terhadap orang yang menorehkan derita hati
kesakitan dibalas dengan menyakiti
perih hati akibat kata-kata tajam dibalas dengan umpatan
fitnah dibalas dengan fitnah
dan kejahatan dibalas dengan melakukan kekejaman serupa

Betapa sulit hati untuk menerima kata maaf
betapa mudah hati untuk membangkitkan iba diri
sungguh tidak sukar hati untuk membenarkan pembalasan
dan betapa tidak mudah mulut untuk ungkap jalinan persaudaraan dan kasih sayang

Mungkin harus membuat darah kita menjadi putih
seperti Puntadewa atau Bagaspati

Bagaspati rela menyerahkan jiwanya
tuk kebahagiaan dan kemuliaan anaknya
walau tingkah polah Narasoma sungguh memuakkan
dan sangat keterlaluan
namun amarah tlah mampu dikendalikan oleh Bagaspati
tak ada ungkapan meledak
atau nafsu membalas sikap pongah calon mantu
yang muncul hanya kelembutan nan bijak
kata-kata dan sikap manusia berdarah putih
(dan berhati suci)

Begitupun Puntadewa
musuh tidak punya
kejahatan atas diri dan saudara-saudaranya
selalu dibalas dengan kebaikan dan sikap mengalah
kesalahan yang dia lakukan
pun sebenarnya didasarkan atas sikap kasih sayang kepada sesama
kalah main dadu yang berakibat lenyapnya negara
dan terbuang serta terasingnya pandawa
lebih karena sikap menghormati undangan para kakaknya Kurawa
(kalau berdasarkan tuntunan agama, sikap demikian tetap dianggap salah karena untuk urusan yang diharamkan, seperti berjudi, harus bersikap tegas menolak)
kematian gurunya Durna dalam perang Baratayudha karena kebohongan setengah hati
lebih disebabkan karena kecintaan kepada saudara-saudara dan nasehat Kresna
(walau sebenarnya bohong setengah hati ataupun sepenuh hati, tetap saja itu adalah kebohongan)
dan Puntadewa tetaplah berdarah putih
manusia yang tiada bermusuh, penuh welas asih kasih sayang
rendah hati walaupun pengetahuan dan kebijaksanaannya mumpuni
slalu mengedepankan perdamaian
meskipun kesaktiannya tiada yang mampu mengungguli

Atau …
Mampukah kita bersikap seperti junjungan kita nabi Muhammad
ketika di Thaif dilempari batu oleh penduduk saat mengajak kebenaran
hingga berdarah-darah muka dan tubuh beliau
dan ketika malaikat menawarkan jasa atas ijin Allah
untuk menimpakan bukit Thaif kepada mereka
rasulullah malah mendoakan keselamatan bagi mereka
“semoga Allah mengampuni mereka”
“bila hidayah tidak turun kepada mereka
mungkin akan turun pada anak cucunya”

Ah …
manusia mulia itu memang beda dengan kita
betapa diantara rasa perih tubuh dan perih rasa
justru mendoakan yang baik kepada yang menyakiti

Begitu banyak kisah yang dapat kita jadikan teladan
menjadikan darah kita menjadi putih bukan suatu kemustahilan
meskipun sungguh sangat berat mengimplementasikan
untuk manusia biasa seperti kita
yang mampu kita lakukan hanyalah
berusaha selalu berbuat baik dan menghindari yang tercela
dan sebarkan kedamaian di muka bumi
penuh ridla Ilahi

Sluku-Sluku Bathok, Nak

Berdendanglah anak-anakku
bergembiralah dan senandungkanlah lagu dolanan ini
tugas kalian hanya bersenang dan hapalkan saja syair-syairnya
tugas kami memberi kesenangan dan memberi nilai
yang kelak kalian kan mengerti

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Mak jenthit lolo lo bah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit

Sedikit yang akan Bapak sampaikan Nak
Lagu sederhana ini karya para wali jaman dulu
Yang begitu luas pemahamannya tentang agama
Yang begitu dalam ungkapan jiwa seninya
Yang begitu peduli pada pendidikan anak negri
Yang begitu bersemangat sebarkan kebajikan

Begini makna yang terkandung di dalam lagu yang kalian nyanyikan itu Nak
Namun perlu kalian ingat bahwa ini hanya pemahaman Bapakmu yang masih dangkal
Kalian suatu saat kelak harus lebih baik lagi memahami ini

Sluku-sluku bathok

Bathok, kepala atau pikiran kita harus dibuat nyaman
Kita persiapkan untuk menerima sebanyak-banyaknya ilmu Allah yang bertebaran di muka bumi dan harus kalian cari

Bathoke ela-elo
Dengan cara bagaimana Nak ?
Ela-elo. Laa Ilaaha Ilallah, berdzikir mengingat Allah
Karena Allah yang menciptakan kita semua dan segala alam raya ini
Dia-lah yang mengerti kebutuhan kita
Dan tiada sandaran selain kepadaNya dalam kita berfikir, bermain, bekerja, berkarya dalam keseharian

Si Rama menyang Solo
Siram, mandi atau bersucilah
Menyang, menuju Solo (Sholat) yang harus kalian lakukan
Tentu saja Nak
Bapak hanya pesan satu saja pada kalian semua
Jaga sholat Nak mulai sekarang
Jaga sholat jangan sampai kalian lupa
Jaga sholat walau dalam kondisi lelah, capek, senang, sedih, bermain atau menyendiri
Sebab sholat akan menjaga kalian dari kesalahan
dari kesesatan jalan yang kalian nanti tempuh
Ingat ya Nak pesan Bapak ini
Jaga Sholat !

Oleh-olehe payung mutho
Kalau kalian menjaga sholat dengan baik
maka kalian akan memperoleh oleh-oleh berupa payung, perlindungan dari Allah
Siapa sih yang bisa melawan Allah kalau Dia sudah berkehendak ?
tidak akan ada Nak
Maka upayakan kalian memperoleh payung Allah dengan selalu mengadu dan berserah diri kepadaNya
Begitu kan Nak ?

Mak jenthit lolo lo bah
Kalian nanti pasti akan tahu terkait sesuatu yang ghaib yaitu kematian
kematian itu datangnya pasti
tak ada yang tahu karena itu adalah hak prerogatif Allah
Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sedetik
Karena Allah sudah menentukan kematian setiap makluknya secara MUTLAK
Oleh karenanya Nak
Saat kita hidup, kalian harus senantiasa bersiap dan waspada
Selalu beriman dan mengerjakan amal sholeh

Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Ingat Nak kalu kematian sudah datang
Semua sudah terlambat
tidak bisa di rewind kebelakang
tidak dapat lagi meminta untuk dikembalikan ke dunia memperbaiki kehidupan lalu
karena kesempatan telah musnah
Kalian bayangkan bagaimana seandainya ada mayat hidup
Pasti kalian takut kan ?
Tidak akan ada itu

Yen urip golekko dhuwit
Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini
Saat masih hidup
Kalau ingin kaya, ingin membantu orang lain, ingin memulyakan orang tua, sekaranglah saatnya
Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup maka berkaryalah Nak
persenjatai dengan tiga jimat andalan
IKHTIAR, DOA dan BERSERAH KEPADA ALLAH
Insya Allah kita akan selamat Nak
Dunia akhirat

Wayang is “The Buntut Dowo”

Bisnis telah merambah internet sudah cukup lama. Bisnis retail online sekarang semakin luas, menggurita dan cenderung orang semakin mengarahkan perhatian ke transaksi online. Dan dunia maya yang semakin luas nyaris tak bertepi, jagat online yang makin membesar memuai mampu memuat segalanya, semakin membelenggu kita. Hampir setiap hari kita selalu melongok dunia itu untuk sekedar browsing, melihat dan berbalas email, bersapa kawan via chatting, sampai memuaskan kesenangan atau hobi, bahkan berbisnis melalui selancar dunia maya. Media device-nya pun telah begitu beragam sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita. Online via desktop, laptop, netop, mobile phone dan device lain yang menyediakan koneksi internet.

Pernah baca buku Chris Anderson berjudul “The Long Tail” ? Apa itu ekor panjang ?

Tidak akan saya jelaskan detil disini. Hanya sekilas saja bahwa fenomena akses internet yang semakin cepat, mendunia dan mudah ditemukan dimana saja, serta media penyimpanan yang semakin murah dan cenderung unlimited, mendorong keberagaman konten semakin mudah dinikmati bersama. Ukuran file bukan kendala lagi. Format audio, juga video berukuran besar begitu gampang diakses untuk dinikmati. Video berkualitas HD (High Definision) mulai bertebaran dan tinggal diunduh dengan mudah.

Ini deskripsi pertama.

Sekarang bayangkan bila Anda datang ke toko kaset atau CD, semisal Disk Tara atau Aquarius. Yang terpampang dimuka atau yang paling mudah dicari biasanya adalah album lagu atau judul film yang sedang menjadi best seller. Coba anda tanya kepada penjaga toko, “Mbak ada nggak kaset atau CD wayang Ki Nartosabdho rekaman Singo Barong judulnya Kresna Duta?” Jangan kaget bila kemudian si penjaga toko tidak menjawab malah bengong .. he he he … Atau jangan terlalu ekstrimlah ngambil tamsil. Bila anda kebetulan berada di Solo, Yogya atau Purwokerto kemudian singgah di toko kaset tertentu, silahkan bertanya seperti di atas kepada penjaga tokonya. Jawabannya tentu beragam. “Oh … wonten mas, nanging sakmeniko nembe kosong !” Khas jawaban pedagang yang menunjukan bisa memberi semua yang diminta oleh pelanggannya walau sebetulnya nggak punya … he he he … Atau si penjaga toko dengan tegas menggelengkan kepala sambil dengan cengengesan menjawab, “Mboten wonten Mas ingkang njenengan padosi. Menawi njenengan kersa kulo gadah Barongsai !” He he he … jangan marah, cukup tersenyum saja dan berkata dalam hati, “Nek njenengan sing mbarong, kula nggih purun Mbak!”

Ini ilustrasi kedua.

Nah sekarang yang Anda lakukan adalah duduk manis di depan desktop atau laptop Anda. Jangan laptop orang lain ! Nyalakan komputer kemudian tancepkan modem USB di komputer itu dan mulailah berinternet ria. Buka mbah google, kemudian ketik yang anda cari tadi “Ki Nartosabdho Singo Barong Kresna Duta”. Kalau mbah Google punya pelayan seperti mbak-mbak penjaga toko di atas, maka pasti si Mbaknya akan bilang, “Oh … wonten Mas … monggo njenengan pilih ingkang dipunkersakaken. Niki wonten ingkang ngedalaken wayangprabu, jamansemana, anekalagu lsp”

Ini cerita babak ketiga.

Apa hubungannya dengan long tail, buntut dowo ?

Continue reading

Bergeraklah !!!

Mungkin dalam pikiran kita pernah terbersit suatu pertanyaan setiap kali membaca, mendengarkan ataupun menonton pagelaran wayang tentang kisah Pandawa Kurawa. Mengapa ya Pandawa kok sering kalah terhadap Kurawa yang jelas-jelas lebih “kurang sakti” ? Pandawa dan orang-orang disekitarnya jelas lebih baik, lebih kuat, lebih sakti daripada Kurawa yang meskipun berjumlah lebih banyak namun berprestasi biasa-biasa saja. Namun anehnya, “keberuntungan” sering menghampiri Kurawa (meskipun hampir selalu diiringi dengan keculasan dan jauh dari jiwa sportifitas).

Tentu kita ingat cerita “Bale Golo Golo”. Bagaimana akal licik Kurawa berupaya mengenyahkan seterunya para Pandawa nyaris berhasil. Atau kisah “Pandawa Dadu” yang kemudian membawa yang kalah (Pandawa) harus melakoni masa pembuangan 12 tahun dan 1 tahun masa penyamaran, serta kehilangan kekuasaan atas negaranya. Pahit memang. Namun kemudian kita sadar bahwa dimasa-masa sulit tersebut Pandawa tidak diam. Mereka kemudian menempa dan menggalang kekuatan, memperbanyak kedigdayaan dan memperdalam ilmu dan pemahaman tentang hidup dan kehidupan. Mereka tidak diam. Mereka terus bergerak.

Anda pernah baca cerita silat Kho Ping Hoo ? Tokoh sakti seperti Bu Pun Su Lu Kwan Cu, selalu memperdalam ilmu dan mengembara mencari pengalaman guna semakin mematangkan hidupnya. Kesaktiannya semakin bertambah setelah menjalani latihan-latihan berat, menghadapi musuh-musuh sakti dalam masa  pengembaraannya. Dan tentu saja kemudian Bu Pun Su menjadi tokoh yang begitu sakti laksana dewa disertai semakin matangnya kebijaksanaan yang dimiliki serta pemahaman tentang kehidupan yang semakin mumpuni. Begitupun pada kisah-kisah lain seperti tokoh Pendekar Suling Emas, para pendekar pulau es, pendekar lembah naga dan tokoh-tokoh lainnya.

Pernah membaca artikel tentang Ikan Salmon & Hiu Kecil ?

Ikan salmon akan lebih enak dinikmati dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan, dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Untuk itu maka para nelayan di Jepang selalu memasukkan salmon hasil tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan ikan-ikan itu tetap hidup. Namun pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Bagaimana mereka menemukan solusinya ?

Para nelayan kemudian memasukkan seekor hiu kecil di kolam itu. Ajaib! Hiu kecil tersebut ternyata “memaksa ” salmon-salmon itu terus bergerak agar tidak dimangsa. Dan hasilnya, jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit ! Nilai yang dapat diambil dari cerita ini adalah bahwa diam akan membawa kepada kematian, sementara dengan bergerak kita digiring menuju kepada hidup yang sebenarnya.

Pun sungguh elok bila meneladani makhluk Tuhan yang bernama AIR. Coba ikuti kiprah air dalam kehidupan ini.

Manusia, hewan dan tumbuhan hidup karena adanya air. Hujan mengguyur bumi maka tanah akan menyimpannya. Hujan berproses dan berawal dari uap air. Uap air berasal dari air laut yang menguap terkena panas matahari. Laut menerima limpahan air dari sungai-sungai yang bermuara ketepinya. Sungai-sungai itu mengalirkan air dari tempat-tempat yang lebih tinggi semisal pegunungan. Air selalu ingin mengalir. Begitu ada penghalang dia akan berbelok dan  mencari celah yang memungkinkan ia terus bergerak.

Air tak pernah kalah oleh suasana apapun. Saat dingin ia membeku, saat udara normal ia mencair, saat panas ia menguap. Tetapi ia tetaplah air, tetaplah sebuah ikatan antara dua atom H dan satu atom O. Karena, hanya dengan berubah, air mampu bertahan dengan dirinya. Jika air tak mampu bergerak, diam di tempat, ia akan jenuh, dan jadilah ia sarang penyakit. Lama-lama akan berbau busuk, bahkan kemudian menjadi habitat jentik-jentik nyamuk, menjadi sarang lintah, tentu saja berubah menjadi kotor dan kadang berubah menjijikkan.

Sungguh sebuah teladan yang sempurna.

Imam Syafi’i pernah mengatakan,

“Aku melihat, air yang berhenti itu merusak dirinya. Kalau ia mengalir pasti akan baik. Kalau ia berhenti akan buruk. Dan kalaulah singa tidak meninggalkan tempatnya, ia tidak dapat buruan. Demikian juga panah, kalau tidak bergerak meninggalkan busur,dia tidak akan mengenai sasaran.”

Dan Allah SWT pun dengan sangat jelas memerintahkan kita untuk senantiasa dan selalu bergerak,

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Alam Nasyrah: 7-8)

Kembali ke cerita para Pandawa. Masa menimba ilmu bersama Kurawa dengan guru Pandita Durna mereka lalui. Saat “bergerak” membuka hutan gung liwang liwung menjadi sebuah negara besar, Amarta, mereka lakukan. Bahkan setelah mereka kalah main dadu yang berakibat kerajaan hasil kerja keras mereka tergadai, mereka terus bergerak dalam menjalani masa pembuangan di hutan selama 12 tahun dan masa penyamaran 1 tahun. Mereka tidak diam dan meratapi nasib mereka yang sengsara. Meskipun tentu saja sebagai manusia, awal penderitaan tentu saja ditemui sesal. Namun setelahnya, sikap optimis selalu menyertai.

Jadi selalu bergeraklah untuk gapai kemuliaan. Jangan berdiam diri yang akan membawa kepada kematian. Selalu bergeraklah untuk jalani kehidupan. Berdiam diri kan memadamkan api kehidupan.

Pada akhirnya, kita semua tahu bahwa akhirnya Pandawa memenangkan peperangan melawan ketidakadilan. Dan ketidakadilan itu terlahir salah satunya akibat comfort zone Kurawa. Kemenangan kan diraih berbekal satu kata, “BERGERAK”.

Sebuah Nilai

Bagi orang lain, membaca cerita wayang mungkin sangat membosankan

Atau mendengar dalang mengucap kalimat yang sangat susah diartikan, sungguh membuang waktu

Atau saat menganalisa ketidak nalaran suatu kisah, tidak logisnya sebuah lakon, pun ketika membahas anehnya seorang tokoh wayang, memang benar-benar suatu yang tidak ada value-nya

Namun saat menyaksikan dulu di kampung, betapa orang-orang begitu khusyu’ berlama-lama dalam dekapan sarung tua, menyaksikan pagelaran wayang di tengah dingin malam … tanpa beranjak dan sesekali dihiasi dengan senyum, tertawa ngakak dan acap termangu sendiri …

Aku sempat bertanya dalam hati “Apa yang dinikmati orang-orang ini”

Atau beberapa waktu yang lalu saat aku berbicang dengan seorang kakek tua berumur 90-an yang masih tegar dan fasih omongannya, yang begitu bersemangat menceritakan pengetahuannya akan semua lakon dan tokoh dalam dunia pewayangan

Akupun kembali heran “Ngapain sih kakek ini”

Bagaimana kakek itu kemudian menggambarkan bahwa seharusnya hidup itu harus begini seperti tokoh wayang tertentu, dan hidup itu jangan begitu layaknya tokoh yang lain serta bagaimana dia merindukan suasana di salah satu negara pewayangan  seandainya di negri kita tercinta memiliki seorang raja seperti di negri itu …

Aku kemudian mulai sedikit terperangah …

Atau jika kembali kukuak lagi kenangan tentang Almarhum Bapak yang dengan senang hati rumahnya jadi berantakan akibat memperoleh giliran menjadi ajang pagelaran wayang di kampung, namun kemudian aku melihat beliau tersenyum senang mendengar komentar para penonton yang mengaku terpuaskan sementara imbalannya hanya tugas beres-beres rumah yang cukup merepotkan

Betapa setelah itu beliau hanya mulai bekerja tidak berkata-kata dan kamipun mau tidak mau harus mengintili aktifitasnya

Aku kemudian mulai berfikir “Ada sesuatukah di sini”

Dan saat aku mulai menemukan buku-buku wayang warisan Bapak dan ketika aku sudah mampu membeli sendiri referensinya

Aku mulai tertarik

Aku bayangkan tentang orang-orang kampung yang hidup begitu bersemangat, pekerja keras namun bersikap nrimo ing pandum, sabar dan welas asih

Aku saksikan seorang kakek yang api semangatnya masih menyala terang mengarungi kehidupan dengan mempertahankan prinsip hidupnya, “Menjauhi kebatilan dan selalu berupaya dalam jalan kebenaran”, selalu memegang kejujuran laksana Yudistira, berjalan teguh layaknya Bima dan menjauhkan sikap iri dengki dan munafik yang ada pada diri Duryudana dan Sengkuni

Aku pikirkan seorang sosok seperti Bapak yang tiada banyak kata terucap, namun dalam hidupnya selalu dihiasi dengan karya dan nilai. Teladan dijadikan andalan, tidak perlu ucapan perintah atau panjangnya petuah … hanya teladan

Dan hari ini …

Saat aku begitu kagum bahwa begitu banyak hal yang sebenarnya dapat diambil manfaat

Seperti misalnya, bagaimana seorang Ki Nartosabdho mampu mementaskan lakon begitu banyak dan begitu indah disamping peran aktifnya dalam menciptakan gending dan menumbuhkan kesenian jawa lainnya

Aku bertambah kagum

Aku yakin bahwa mereka-mereka itu semua, hanya ingin memberi manfaat kepada orang lain, hanya ingin berbagi atau memaknai diri tuk kepentingan diri dan lingkungannya

Orang-orang kampung, kakek tua dan Bapak mampu memberi nilai kepada diri mereka sendiri

Dan kalau kita pintar, tentu dapat mengambil manfaat dari teladan itu