Category Archives: Pagelaran Wayang

Terkait dengan pagelaran wayang : agenda, dalang

Video KSMS Wahyu Sekarjagat


Wahyu Sekar Jagat

Berikut disharing pagelaran Wayang Kulit bersama dalang Ki Sigit Manggolo Seputro dari Yogyakarta dengan mengambil lakon “Wahyu Sekar Jagat”. Pagelaran ini dilakukan Parangtritis pada tanggal 10 Mei 2012.

Part-2:

Part-3:

Part-4:

Part-5:

Part-6:

Part-7:

Part-8:

Terima kasih kami sampaikan kepada KSMS atas sharingnya.

Video KSMS Kresna Gugah


KSMS Kresna Gugah

Berikut disharing pagelaran Wayang Kulit bersama dalang Ki Sigit Manggolo Seputro dari Yogyakarta dengan mengambil lakon “Kresna Gugah”. Pagelaran ini dilakukan di Dukuh Karangmojo pada tanggal 2 September 2012.

Part-1:

Part-2:

Part-3:

Part-4:

Part-5:

Part-6:

Terima kasih kami sampaikan kepada KSMS atas sharingnya.

Video KSMS Parikesit Jumeneng Ratu


KSMS Parikesit jumeneng ratu

Berikut disharing pagelaran Wayang Kulit bersama dalang Ki Sigit Manggolo Seputro dari Yogyakarta dengan mengambil lakon “Wahyu Jatidiri – Parikesit Jumeneng Ratu”. Pagelaran ini direkam oleh TVRI Jogja produksi tahun 2012.

Part-1:

Part-2:

Part-3:

Part-4:

Terima kasih kami sampaikan kepada KSMS atas sharingnya.

Kiriman Video Wayang dari KSMS


KSMS 1

Bagi penggemar wayang kulit gagrak Jogja, kami akan sharing pagelaran wayang kulit purwa dengan dalang Mas Riyo Drs. Sigit Manggolo Seputro (KSMS). Koleksi beliau di wayangparabu sudah cukup banyak, dan Jum’at kemarin (26 April 2013) saya menerima kiriman dari Jogja berupa video tiga lakon pagelaran wayang beliau, yaitu :

- Kresna Gugah, dipagelarkan pada malam tasyakuran pembangunan infrastruktur pedukuhan Karangmojo dan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-67 (6 VCD Format)
- Wahyu Sekarjagat (8 VCD Format)
- Lakon Parikesit Jumeneng Ratu (4 DVD Format)

Insya Allah secara bertahap akan saya sharing kepada para pecinta wayangprabu.
Perlu diketahui bahwa KSMS adalah salah satu dalang yang berguru kapada Ki Timbul Cermo Manggolo.

Bila ingin berhubungan dengan beliau, silahkan berikut informasinya :

Drs. Sigit Tri Purnomo
(Mas Riyo Manggolo Seputro)
HP : 081 804 079 659

Alamat Rumah :
Dusun Gebangan Dagaran RT 7 Palbapang Bantul Jogjakarta

Alamat Dinas :
SMP Negri I Kasihan
Jl. Wates KM. 3 Kalibayem, Jogjakarta (55182) (0274) 618847

Saya ucapkan terima kasih kepada KSMS atas sumbangan koleksi ini.
Matur Nuwun

Video KES “Sang Baladewa”


Heru Baladewa

Masih bersama Ki Enthus Susmono. Berikut sharing Pagelaran wayang kulit  dengan lakon “Sang Baladewa”. ini adalah koleksi dari Mas Hanprazt.

Selamat Menikmati

Part-1

Part-2

Part-3

Part-4

Part-5

Video KES “Arjuna Krama”


arjuna

Berikut disharing Pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Enthus Susmono dengan lakon “Arjuna Krama”. ini adalah koleksi dari Mas Hanprazt.

Selamat Menikmati

Part-1

Part-2

Part-3

Part-4

Part-5

Part-6

Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [4]


Cangik - Limbuk
Dalang Ki Timbul Hadiprayitna KMT Cermo Manggala

Baladewa :-“ Mahar yang aku sampaikan kepada Gathutkaca tadi, aku berani pastikan kalau pandhawa tidak bisa memenuhinya. Mana ada tontonan swargaloka dibawa ke bumi, mana ada kereta jatisura kuda sifat raksasa dengan kusir dewa tampan, dewa mana yang mau jadi kusir. Nah, setelah itu maka engkau bisa menerima lamaranku. Bratajaya akan aku nikahkan dengan Burisrawa, engkau hendak minta mahar apa pasti akan aku laksanakan.”

Kresna :-“ Perkenankanlah saya katakan kepada kanda. Sekarang kedudukan kanda sebagai pelamar, tetap kekuasaan Sembadra ada ditangan saya. Kanda mau melamar Sembadra silahkan, namun saya juga punya permintaan.”

Baladewa : -“ Apa permintaanmu”

Kresna :-“ Pertama akad nikah harus dilaksanakan didalam saka dhomas balekencana, iring-iringan pengantin dari Ngastina sampai ke Dwarawati harus memakai kereta jatisura jaran sifat raksasa dengan kusir dewa tampan diiringi dewa tiga puluh berwatak sembilan, diiringi bidadari, dan tontonan swargaloka kayu klepu dewandaru parijatha kencana laring manyura mungwing kanan miwah kering. Kemudian tontonan raksasa putih dengan lidah tumbuh jamur grigih dengan bersama kera putih yang bisa berbicara dan juga dapat menari dipuncak pecut penjalin tingal. Srah-srahan hewan hutan mulai dari gajah singa, harimau sampai kutu walang antaga semua dapat berbicara sepadan dengan manusia, dan waktunya tujuh hari. Kurang dari tujuh hari tidak saya terima dan lebih dari tujuh hari juga tidak sata terima. Cukup sekian kanda permintaan saya.”  Read the rest of this entry

Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [3]


baladewa

Dalang Ki Timbul Hadiprayitna KMT Cermo Manggala

Kresna :-“Menurut saya begini kanda, pernikahan itu dianggap mudah bisa, dianggap sulit juga iya. Semua manusia di dunia ini sebenarnya cuma sekedar menjalankan apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan, maka yang terbaik kita lakukan adalah memohon petunjukNya.”

(Suluk ada-ada pathet nem wetah)

Baladewa sru deduka, dupi mulat kang samya andon jurit, gya menyat denya sru muwus, sugal pangandikanira, ngasta trigora maha sekti, yen kadulu yayah singa anubruka.

Kandha.

Disaat mereka tengah bermusyawarah, raja Dwarawati beserta raja Mandura yang diikuti oleh segenap punggawa kerajaan Dwarawati, pembicaraan mereka terhenti sejenak disaat tiba tiba terdengar suara ramai di alun alun. Ternyata yang membuat ramai adalah datangnya satria Pringgandani Raden Gathutkaca, sebentar kemudian naik sitinggil sehingga menjadikan kaget semua yang hadir disitu. Para prajurit pun berkata, teman ada tamu .. ada tamu … tamu … tamu, beri jalan.

(Iringan playon slendro pathet nem, suwuk, dilanjutkan suluk lagon plencung jugag, slendro pathet nem, dilanjutkan dialog ).

(Suluk plencung jugag slendro pathet nem).

Gya lumarap, caraka kang nembe prapta, ong, ong, tinata trapsilanira, mungwing ngarsa srinarendra, tumanduk sangyun mangarsa, ong, tan ana kuciwa raras, hong.

Dialog.

Kresna :-“Iwang suksma ana samitaningsun hong buwana langgeng, kalau tidak salah yang baru datang ini keponakanku Rimbiatmaja.”

Gathutkaca :-“ Benar gusti.”

Kresna :-“ Belum lama engkau datang, semua dalam keadaan baik bukan.” Read the rest of this entry

Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [2]


sembadra_solo

Dalang Ki Timbul Hadiprayitna KMT Cermo Manggala

 

Dialog.

 

Kresna : -“ Iwang suksma ana sasmitaningsun hong bawana langgeng, kanda prabu Baladewa, belum lama datang di negara Dwarawati, perkenankan saya menghaturkan sembah sujut, kanda prabu Baladewa.

 

Baladewa : -“ Jagad dewa bathara, adikku Kresna, kanda mendengar apa yang adikku ucapkan, saya terima dengan senang hati. Kan kumasukkan dalam hati semoga menjadi berkah. Berkat do’a adikku dan karunia tuhan, kedatanganku tidak ada halangan suatu apapun. Selain itu do’a kanda semoga membawa berkah buat kamu.”

 

Kresna : -“ Dengan senang hati saya menerimannya kanda, sabda kanda prabu kan kusimpan di dalam hati smoga menjadi penerang, maka dari itu silahkan kanda duduk dengan nyaman.”

 

Baladewa : -“ Baiklah adikku.”

 

Kresna : -“ Samba jangan engkau berdiam diri, sujutlah kepada pamanmu kanda prabu Baladewa.”

 

Samba : -“ Maafkan saya, paman. Perkenankanlah ananda Samba wisnubrata menghaturkan sembah sujut.”

 

Baladewa : -“ Keponakanku yang tampan Samba do’aku terimalah.”

 

Samba : -“ Terima kasih, saya simpan semoga menjadi berkah.”

 

Setyaki : -“ Kanda prabu Baladewa sayapun menghaturkan sembah sujut.”

 

Baladewa : -“ Adikku Wresniwira aku terima penghormatanmu, doaku teriring untukmu.”

 

Udawa : -“ Seribu maaf gusti, abdi kepatihan menghaturkan salam atas kedatangannya di negara Dwarawati.”

 

Baladewa : -“ Berkat do’a kakak Udawa tidak ada halangan suatu apapun.”:

 

Udawa : -“ Iya syukurlah kalau begitu.”

 

Kresna :-“ Setelah duduk dengan tenang, perkenankalah saya bertanya maksud kedatangan kanda ke Dwarawati. Nampaknya sangat penting dilihat dari kedatangan kanda yang tanpa pemberitahuan sedikitpun. Seandainya kanda memberitahukan sebelumnya, tentu saya akan menemui kanda diluar gerbang dengan naik kereta sebagai tanda hormat saya kepada kanda.”

 

Baladewa : -“ Jagad dewa bathara, aku sangat senang mempunyai adik seperti kamu. Walaupun belum terlaksana perkataan adikku, namun ketahuilah, kedatanganku tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, smoga tidak menghilangkan adat yang ada, hanya karena terburu-buru dan ingin cepat bertemu dengan adikku saja. Kalaupun demikian dianggap salah ya aku minta ma’af.”

 

Kresna :-“ Tidak mengapa kanda, karena semuanya tlah terjadi, namun seingat saya yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi masih banyak yang belum. Maka harap diingat bahwa saya dan kanda itu adalah seorang raja, akankah kanda prabu menghilangkan tatakrama, seandainya diketahui oleh raja negara lain, bisa-bisa kanda dianggap tidak tahu tata krama.”

 

Baladewa ;-“ Jagad dewa bathara, sekali lagi aku minta ma’af adikku.”

 

Kresna :-“ Lantas ada keperluan apakah kanda terlihat terburu-buru datang ke Dwarawati.”

 

Baladewa : -“ Sebelum aku mengutarakan keperluan kedatanganku ini, perkenankan aku mempunyai permintaan. Agar lebih mudah berbicara, perkenankan aku menghilangkan tata cara antara raja Mandura dengan Dwarawati. Bukankah kita adalah saudara kandung dan akulah yang lebih tua.”

arjuna

Kresna : -“ Terserah kanda prabu saja.” Read the rest of this entry

Lakon wayang kulit purwa lakon ’Parta Krama’ [1]


ki timbul

Dalang Ki Timbul Hadiprayitna KMT Cermo Manggala

Pementasan dimulai dengan mencabut gunungan dari tengah kelir, iringan gending Ayak-ayak lasem slendro pathet nem, dalang mengeluarkan dua keparak, dilanjutkan raja Dwarawati, Prabu Baladewa, Samba, Setyaki dan patih Udawa.

Dalang memberikan selingan sulukan kombangan.

Mangka purwakaning kanda, hamba sru marwata siwi, mring sangyaning pra rupiksa, ngaturaken carita methik, jaman purwa puniki, tan nedya mulang wuruk, hooong, mung sumangga pra rupiksa denya methik palupi, wasana mugi rahayu kang pinangya.

Iringan berubah menjadi Ayak-ayak gending Karawitan slendro pathet nem, dalam keadaan itu dalang melantunkan suluk kombangan.

Oooong, palugon lakuning lekas, lukita linuding kidung, kadung kadereng hamomong, memangun manah rahayu, hayana tan agolong, gumolong manadukara, karana karenan pangapus puspita wangsalan semon, hong.

Gending karawitan menjadi lambat, dilanjutkan memberikan deskripsi adegan secara lengkap yang lazim disebut janturan sebagai berikut.

Ya Tuhan yang menjadi sesembahan saya dan yang menguasai hidup dan mati. Supaya mempunyai perbuatan yang menyembah kepada yang membuat dunia. Oleh karena saya mengetahui besar kekuatannya yang sangat berlebih. Ditempat ini saya akan menyusun (mengringgit) dengan mengambil cerita dari buku, dengan masih bertumpu kepada kebudayaan. Dalam kesempatan ini semoga menjadi pemikiran, yang sungguh dapat menjadi contoh semua hal yang mengguntungkan kerajaan. Cerita tadi diceritakan dengan perumpamaan dan gambaran baik dan lebih bebas, karena selalu mengingat zaman dahulu (zaman sesudah kitrah dan zaman sesedah madya). Dengan memuji keturunan yang pantas disayangi supaya mengembangkan. Sekarang sudah sampai pada perkataan. Selalu dibarengi hiasan dan do’a yang bertumpuk-tumpuk. Tidak lupa saya selalu memuji kepada yang membuat terdahulu, demikian ucapan pendahuluan saya.

Tersebutlah negara mana yang akan mengawali cerita nanti, yang disebut eka adi dasa purwa. Eka artinya satu, hadi lebih, dasa sepuluh, purwa permulaan. Walaupun didunia banyak makhluk tuhan yang disangga bumi, dipayungi angkasa diapit samudra, banyak yang hanggana raras, ternyata mencari seribu tidak mendapatkan sepuluh, seratus tidak mendapatkan tiga. Sebagus-bagusnya kerajaan belum ada yang sebagus kerajaan Dwarawati, atau Dwaraka ya Dwarakesthi, ya Jenggalamanik.

Maka negara Dwarawati dipakai pembukaan cerita, sebab negara tersebut panjang punjung pasir wukir loh jinawi gemah ripah karta tur raharja. Kata panjang artinya panjang, punjung tinggi. Kalau digambarkan seberapa panjangnya kerajaan sungguh negara panjang ucapannya, lebar wilayahnya luhur kawibawannya. Pasir samodra wukir gunung, sebab tata keindahan kerajaan membelakangi samodra, diapit gunung besar, disebelah kirinya pegunungan dan pedesaan, disebelah kanannya persawahan juga didepannya pertanahan luas, loh berhasil yang ditanam, jinawi murah yang dibeli, sungguh negara Dwarawati serba murah yang dibeli, yang dijual semua laku. Juga disebut negara murah makanan, dan pakaian. Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 941 other followers

%d bloggers like this: