Ki Sarmadi Sabdho Utomo Ssn Lakon Romo Bargowo

Kembali PPW Jatim dan Kurnia FM Trenggalek telah selesai menconversi Video wayang kulit pakeliran padat dengan lakon Romo Bargowo yang dibawakan dalang Muda Ki Sarmadi Sabdho Utomo Ssn

Sekilas tentang adegan berhasil kami jepret

Adegan dewi Renuka ketika Renuka habis kencan2 dengan para pria hidung belang , dan ini sedang berhadapan dengan suami sahnya, begawan Wiragni…

Begawan Wiragni sedhang dihadap Dewi renuka( istrinya) dan kedua anaknya Rama bargawa dan Swandagni.

Bagaimana kiprah Dalang lintas generasi kali ini dengan membawakan lakon Romo Bargowo dalam pakeliran padatnya

Dapat di download DISINI

Tentu dapat didownload

 

Ki Genit Santoso Lakon Gondomono Sayemboro Live Trenggalek

Salah satu dalang Senior Trenggalek Ki Genit Santoso, kali ini sempat PPW Jatim dapatkan dengan membawakan Lakon Gondomono Sayemboro yang kebetulan live di Rejowinangun Trenggalek  beberapa tahun yang lalu.

Sempat diabadikan melalui Video Lakon Gandamana Sayembara kali ini dengan sangit beliau khas Gaya Dalang Trenggalek.

Juga didukung sepenuhnya oleh Radio Praja Angkasa Trenggalek (Radio Pemerintah Daerah)  sukses dalam pementasan atau mbabar Lakon Gandamana Sayembara dengan Dalang Ki Genit Santoso.

Kali ini Audio Lakon Gandamana Sayembara sudah selesai diconvert menjadi Mp3 oleh Team Kreatif KURNIA FM Trenggalek dan tentu dapat dinikmati bersama bagaimana Sanggit beliau.

Tak Lupa PPW jatim mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan dan sumbangan file – filenya bagi sahabat sahabat dimana saja berada yang tidak dapat disebutkan satu persatu dan ada yang memang tidak mau disebutkan identitasnya, yang jelas Apresiasi yang tinggi buat sahabat – sahabatku yang ikut nguri – uri Luhuring Budaya Nagari.

Salam PPW Jatim

SELAMAT MENIKMATI AUDIONYA

Ki Hadi Sutikno Lakon Wahyu Baskoro Tunggal live Trenggalek

Salah satu dalang asal Trenggalek diawal Januari 2012 menggelar pentas di Desa Ngepeh Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek dengan membawakan lakon Wahyu Baskoro Tunggal dan diabadikan dengan Video Shooting UVS Trenggalek yang selalu bekerjasama dengan PPW jatim dalam Rangka ikut serta melestarikan Budaya Jawa Khususnya Wayang Kulit. Kali ini Kurniafm Trenggalek telah selesai melakukan conversi dalam bentuk Audio pagelaran tersebut

Berikut ini link hasil conversi Audio dari KURNIA FM TRENGGALEK

Salam dari PPW Jatim

Ali M

SELAMAT MENIKMATI 

KI KONDHO MURDIYAT LAKON GATOTKACA MEGURU

Nah Lagi hasil dari Conversi pita kaset lama Lakon Gatotkaca Meguru yang kali ini dibawakan oleh Dalang Ki Kondho Murdiyat dalang asal Tulungagung Jawa Timur.

Berawal dari iseng iseng dan jalan jalan kebetulan menemukan seorang teman yang tidak mau disebutkan Namanya tidak jauh hanya seputaran Trenggalek – Tulungagung saja PPW jatim mendapatkan beberapa koleksi yang terbilang langka (langka tapi ada) nah salah satu dari sekian banyak rekaman Audio melalui Pita kaset dan salah satunya Lakon Gatotkaca Meguru , yang dulu telah diunggah lakon Narayana Begal Sumbangan dari Radio ADSFM Trenggalek  serta baru baru ini telah diunggah oleh saudara dan sahabatku MAS PATIKRAJADEWAKU Lakon Bondan Paksa Jandhu sumbangan dari RADIO MUTIARA Bandung Jawa Barat.

Liburan yang melelahkan karena selain capek, diguyur hujan dan was was banjir dalam perjalanan pulang, akan tetapi sungguh indah bahagia dan bangga karena tidak sia sia karena mendapatkan beberapa koleksi baik Audio maupun Video Wayang Kulit Gagrak Jawa Timuran ….hehehe.

Seorang teman yang tidak mau disebutkan namanya pun Alhamdulillah akan ikut membantu mencarikan koleksi rekaman audio dalam bentuk pita kaset tentu yang belum ada di wp. terima kasih  sadar untuk berbagi, ikhlas tanpa pamrih bagi saya teman yang istimewa, tidak mau menkritik ataupun menjelek jelekan yang lainnya, support untuk saya yang begitu berharga.

Sekali lagi maturnuwun atas semuanya, dan yang paling penting INI LHO

LINK GATOTKACA MEGURU

Salam saking PPW Jatim

Ali M

Ki Kondho Murdiyat – Bondhan Paksa Jandhu

Oleh: MasPatikrajaDewaku – PPW 11-01-0006

Kerjasama antara Radio Mutiara Bandung dengan Paguyuban Pecinta Wayang.

Pada sampul kaset Bondan Paksa Jandhu tertulis, dalang adalah Ki Kondho Murdi. Saya sampai menanyakan ke Pak Ali Mustofa, apakah beliau yang bernama Ki Kondho Murdiyat? Juga dituliskan   “Wayang Kulonan”, mungkin yang dimaksud disini adalah wayang yang hidup secara geografis di Jawa – Timur, tetapi secara gagrak pagelarannya berkiblat ke Jawa – Tengah. Dan ternyata memang benar, Ki Kondho Murdiyat ini sangat bergaya Surakarta. Bahkan terdengar kombangan suluknya sangat dekat gaya olah vocalnya dengan Ki Nartosabdo.

Ciri yang menegaskan Jawa – Timur, adalah suara keprak dan dialog slenk Madiunan, yang sesekali muncul pada dialog tokoh-tokohnya.

Cerita ini sendiri mengisahkan ketika Wrekudara diakali oleh para Kurawa, hingga disangka oleh Kurawa, bahwa Wrekudara telah tewas. Padahal Werkudara telah ditolong oleh Badawang Ananala dan dikawinkan dengan Putri Sang Hyang Baruna, yang bernama Dewi Urangayu. Dari perkawinan ini, Werkudara dikaruniai anak bernama Antasena.

Untuk menuntaskan pekerjaan membasmi Pandhawa, Kurawa memanggil Puntadewa ke Negara Astina, untuk kembali di-“apus krama”, dengan alasan Puntadewa harus datang menyaksikan Wrekudara yang akan diwisuda menjadi raja di Astina.

Adipati Karna yang diutus oleh Prabu Duryudana, mendapat tentangan dari Gathutkaca. Walau tidak mendapat restu dari uwaknya, Prabu Puntadewa, atas dukungan dari Patih Tambak Ganggeng, Gathutkaca kukuh melawan Adipati Karna. Namun demikian Prabu Puntadewa menyalahkan Gathutkaca, dan meminta Gathutkaca untuk meminta maaf. Puntadewa-pun tidak keberatan untuk pergi ke Astina, memenuhi panggilan anak uwaknya itu.

Rencana Duryudana berantakan ketika Arjuna yang diberitahu Naradda akan terjadinya masalah terhadap Puntadewa, ikut-ikutan pergi ke Astina dan mengamuk. Duryudana tidak mampu menandingi Arjuna yang dijampangi Naradda,  hingga ia memerintahkan istrinya, Banuwati, untuk memadamkan amarah Arjuna. Bahkan Duryudana memerintahkan Banuwati memberikan apa saja kemauan Arjuna.

Akhirnya Banuwati memberikan apa saja kemauan Arjuna, salah satunya adalah mendirikan Pasar Anyar. Kecuali dipertemukannya Arjuna dengan kekasih lamanya, Banuwati, lakon ini juga terdapat pertemuan dua kekasih yang juga tak pernah kesampaian bersatu, Dursilawati dan Arjuna.

Bagaimana piawainya Ki Kondho Murdiyat memainkan cerita ini? Terus siapa dan apa peran Bondhan Paksa Jandhu dalam konflik Kurawa-Pandhawa?

Kami persilakan anda mengundhuh lakon Bandhon Paksa Jandhu. Pagelaran wayang dengan Dalang dari wilayah Jawa Timur, yang dihiasi tentunya dengan gendhing-gendhing Panaragan dan Banyuwangen.

Audio ini direkam bukan di studio, melainkan pada pagelaran live hajatan. Keramaian suasana tontonan rakyat begitu riuh, terutama pada waktu awal pagelaranlah, yang menandakan keadaan rekaman tersebut. Suasana riuh yang ditingkahi suara balon mainan anak anak ini, malah membuat hidup pakeliran. Menjadikannya penulis ingat akan suasana wayangan di kampung ketika jaman semana.

Walau pagelaran live dari tempat hajatan, keseimbangan dan pemerataan tata suara masing masing instrumen gamelan tergolong baik. Demikian juga rekaman-nya yang mono tidak menjadikan suguhan ini merosot secara kualitas.

Pagelaran lakon Bondhan Paksa Jandhu ini digarap sangat klasik. Plot cerita pakeliran jangkep, lumayan masih begitu di-ugemi oleh Ki Kondho Murdiyat. Jejeran kemudian disusul dengan kedhatonan, kemudian bidhalan, kemudian jejer sabrang walau itu jejeran Amarta.

Perang gagal disambung dengan adegan kesatriyan atau alas. Disinilah letak dalamnya wayang klasik. Tanpa gara-gara, sebagaimana pagelaran wayang jaman tahun 60an. Pagelaran tanpa gara-gara juga sering kita temukan pada beberapa lakon karya Ki Nartasabdo.

Tidak ketinggalan adalah perang kembang antara Arjuna dan Cakil dengan seribu namanya. Perang kembang, yang merupakan adegan yang sering ditinggalkan oleh banyak dalang masa sekarang karena mungkin dianggap rutin, terlalu biasa dan membosankan. Padahal bila ada ditangan dalang yang mandiri, tanpa harus dibantu oleh bintang tamu, pasti bisa mengolah adegan ini sehingga bisa menjadikan lebih hidupnya pakeliran lebih dari adegan limbukan.

Adegan dengan lancar hingga babak perang brubuh, tetapi tanpa diakhiri dengan tayungan. Diakhir pagelaran terdapat pamuji, seperti yang sering saya dengar sewaktu orang menganggap wayang di jaman dahulu, dengan permohonan Ki Dhalang terhadap Tuhan, kurang lebihnya sebagai berikut : Nalika semana pagelaran kang kinarya tepa palupi lampahaning Pandhawa – Kurawa( wus meh paripurna). Sing ala katut banyu mili barat lisus. kang becik kawasa nuntun ing kasampurnaning gegayuhan. Keluwarganing praja kang marsudi mrih kasembadaning sedya kapetung kaluwarga kang kawengku ing Praja Cintakapura, keluwarganing Prabu Puntadewa kang nama xxxx (yang menanggap wayang). Kasembadaning sedya anggenipun xxxxxxx (sebab yang menanggap wayang telah meramaikan pestanya dengan wayangan) antuk pangayomaning kang murbeng gesang lantaran pagelaran wayang kang wus kaleksanan lsp . . . . Juga dipuji doakan keselamatan terhadap para penonton, dan semua crew pagelaran.

Inilah sebenarnya esensi dari wayangan dengan segala ubarampe dan uparengga yang menjadi ciri yang menyiratkan serenity padesaan Jawa, yang mindset-nya manusianya saat itu masih begitu dipenuhi oleh ajaran yang selaras dengan damainya lingkungan alam.

Link undhuh ada di:

http://jumbofiles.com/user/Samudrianto/65625/Bondhan%20Paksa%20Jandhu

KSSU LAKON SESAJI ROJO SUYO LIVE IN TAWANGMANGU KARANGANYAR

Nah kembali Lakon Sesaji Rojo Suyo ditampilkan atau diunggah di blog ini, akan tetapi dengan sangit dan daya kreatif dalang muda satu ini seolah olah akan mengobati rasa rindu kita dengan wayangan yang lengkap dan tentu kita rindu dengan garapan klasik beliau selanjutnya.

Dengan adanya dan mungkin banyaknya pertunjukan wayang kulit live yang selalu porsi untuk limbukan dan goro – goro terkesan ngladrah atau lama karena permintaan penanggap atau banyaknya bintang tamu atau pelawak sehingga mengorbankan adegan adegan bahkan tokoh tokoh wayang yang seharusnya sering muncul sehingga tidak pernah muncul, sebut saja mengorbankan tokoh Punakawan TOGOG TEJOMANTRI dan MBELUNG SOROITO yang selalu menjadi abdi Ratu Sabrang.

Nah Kali ini KSSU (KI SARMADI SABDHO UTOMO Ssn) Dalang Muda Asal Trenggalek Jawa Timur dengan sangit beliau akan mewngobati rindu kita terhadap pertunjukan dan pagelaran wayang kulit seperti waktu masa kecil dulu.

Kali ini KSSU yang diiringi Pengrawit pengrawit Muda dari SMKI Surakarta sukses membawakan Lakon SESAJI ROJO SUYO live di Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah, nah tidak hanya itu beliau KSSU dalam pentas kali ini membawa pesinden dari HONGARIA yang sudah lama menetap di Palur Surakarta namanya AGNES SERFOZO Waginem …..katanya…..hehehe.

KSSU (Ki Sarmadi Sabdho Utomo Ssn) Dalang Asal Trenggalek konsisiten dengan garapan klasik dan gaya sabet mirip KNS dengan di Kolaborasikan Gaya Sabet Jawa Timuran lengkap sudah mengobati rindu wayang kulit klasik.

Panasaran Mungkin di Internet kok belum ada Videonya ya….hehehe jangan kawatir tidak akan lama Video KSSU akan dirilis di Internet. karena yang lengkap memiliki Videonya selain KSSU sendiri, PPW Jatim telah memiliki 3 Lakon berupa Video Visual. Rekaman Video Festival Dalang Muda Jatim beberapa Tahun yang lalu masih sering diputar di JTV.

Tak beda Jauh saat KSSU pentas di Trenggalek yang begitu banyak menyedot penonton atau pengemar wayang kulit sehingga tidak hanya ingin menonton  Limbukan atau goro – goro saja terbukti hingga tancep kayonpun penonton tidak berkurang itu terbukti bahwa KSSU mempunyai daya pikat pada pengemar wayang kulit. Nah sedikit berbeda untuk Pertunjukan di Tawangmanggu Karanganyar penonton dari segala usia baik muda tua bahkan laki – laki perempuan menikmati hingga tancep kayon.

Dengan diiringi pengrawit pengrawit muda dari SMKI pementasan wayang kulit LAKON SESAJI ROJO SUYO sayang untuk kita lewatkan

SELAMAT MENIKMATI

Salam dari PPW Jatim

Ali Mustofa

KSSU (KI SARMADI SABDHO UTOMO Ssn) LAKON ANOMAN LAIR

Nah Judul diatas kayaknya asing ya…..siapa KSSU itu ?, KI SARMADI SABDHO UTOMO Ssn yang disingkat menjadi KSSU hanya sebagai singkatan dan judul saja, siapa sih KSSU itu……nah ini sedikit diskripsi yang saya dapat pada saat saya sempat mampir dipertapan atau tempat tinggal beliaunya KSSU di Solo.

Ki Sarmadi Sabdo Utomo dilahirkan di Pule –  Trenggalek pada tahun 1982  dari darah seniman yaitu anak seorang dalang Ruwat dari daerah Kecamatan Pule – Trenggalek yang sampai sekarang masih aktif bergelut di dunia seni Adiluhung wayang kulit, anak ketiga dari 4 bersaudara ini sejak tahun 2000 merantau dan studi di Solo yaitu sejak lulus SMP di Trenggalek melanjutkan Studinya di SMKI solo jurusan Pedalangan dan kuliah di ISI jurusan Krawitan hingga sekarang mengajar di SMKI dan tentu sering pentas di wilayah surakarta Karanganyar dan sekitarnya, bahkan  KSSU telah lama juga sebagai Perngrawitnya KAS hingga sekarang.

Bukti Bahwa Trenggalek itu  slalu muncul dalang dalang potensial terbukti bahwa KSSU pernah tampil dan menjuarai festival dalang muda sejawa timur tahun 2004 di Surabaya dan rekamannya sering diputar di JTV, nah ini bukti bahwa Trenggalek  selalu memunculkan dalang dalang muda potensial bahkan tidak hanya laris di kampungnya sendiri tapi juga laris didaerah lain seperti Solo, karanganyar, Wonogiri, Boyolali dan sekitarnya.

Nah kebetulan Admin jauh jauh dari Trenggalek main ke Jogja kemarin ddalam rangka liburan dan acara keluarga, sempat mampir dipertapan KSSU di Solo dan mendapatkan oleh oleh sebagai berikut :

1. Audio Visual KSSU Lakon Anoman Lahir Live in RRI Surakarta

2. Video KSSU lakon Rama bargowo live in RRI Surakarta

3. Video KSSU lakon Sesaji Raja Suyo live in Tawangmangu Karanganyar

Sebenarnya di pertapan KSSU masih ada lagi file Video dan Audio Visual akan tetapi karena keterbatasan waktu dan space flasdik yang Admin bawa sementara hanya 3 ini dulu yang nantinya akan disharing di wayangprabu.com

Sedikit gambaran pengabdian KSSU selama tinggal di Solo pada saat sekarang ini selain sebagai dalang juga sebagai guru di SMKI dan ISI, juga sering sebagai pengrawit dalang Ki Anom Suroto.

KSSU lulusan ISI jurusan kerawitan dan SMKI Pedalangan ini juga sering tampil di Trenggalek pada saat mengawali hari ulang tahun Kabupaten Trenggalek Beliaunya juga pentas di Pendopo Kabupaten Trenggalek, dan ada juga sempat terdokumentasi PPW Jatim  Lakon Wahyu Cokroningrat live in Gamping – Pule – Trenggalek beberapa waktu yang lalu.

Pada Lakon Anoman lahir ini juga dimeriahkan/ di hadiri  mpu Dalang dari Klaten  Ki Sayoko Gondo Saputro.

Berikut ini link ANOMAN LAIR LIVE IN RRI SURAKARTA

KI EKO KONDO PRISDIANTO (WAHYU MUSTIKO AJI LIVE)

Ngrunggoke wayang kulit Gagrak jawa timuran…….hahaha, iso dirunggoke nang ndi papan lan ndi panggonan….gampang carane…mlebu nang www.wayangprabu.com goleki filele mbanjur download karo nguya nguyu mesam mesem….hore gratisan audione, iso ngrunggoke lewat www.kurniafm.com siaran streaming saben malem rabu lan malem minggu wis dadi agenda rutin, ora ngemungake gagrak jawa timuran ateges gagrak endi wae diputer nang Radio Kurniafm radione Informasi lan Budaya lan wis kondang dadi karemenane warga masyarakat Trenggalek lan sak kiwo tengene. Yen lewat frequensi malah akeh pilihane yen ono ing Trenggalek, malah saben bengi ono wae satsiun Radio sing mesti Nyiarke wayang kulit, kabeh stasiun radio ing Trenggalek ugo ora panatik….ateges pepak gagrak endi wae mesti disiarke….kanggoku Hebat hebat lan Hebat….amargo nang Trenggalek sing 80% daerah pegunungan lan dadi daerah sing paling tertinggal ing Tlatah Jawa Timur nangging bener – bener hebat bab ngleluri kabudayan jawi khususe wayang kulit….contone….lha okeh tanggapan…..buktine ono…wis podho didownload to….hahaha.

Wah crito opo nang nduwur kuwi…blas ora ono sambung rapete karo judul ing nduwur kae……Admine rodo / …..po piye yo ?…… wis ben iku sebagian uneg uneg admin sing lagi mumet wae….ojo dadi ati yen rumongso kesinggung, amargo nulise ora toto lan ora iso boso.

Lha endi to linknge….sik ditunggu tunggu link downloadte…tulisan ora penting, nek diwoco marahi loro ati. paling bejo sing moco banjur download linknge….sing ora bejo mung moco ning ora iso download….sing ciloko blas gak moco lan gak download.

wis iki wae…..IWAK PEYEK SEGO JAGUNG , OJO DI NYEK IKI MUNG  MELU NIMBRUNG…..jare simbah udu udu klungsu eeee mbok menowo payu…okeh sing download maksute….hehehe

Semanten atur kulo, mbok bileh wonten lepatipun nyuwun agungging pangaksomo.

SUGENG MIDANGETAKEN …DOWNLOAD WONTEN MRIKI

KI H SUKRON SUWONDO SEMAR KEMBAR (LIVE IN TRENGGALEK)

Semar Kembar……hahaha….Lakon ini dibawakan oleh Ki H Sukron Suwondo live dari Trenggalek juga diambil pada saat Acara Bersih Desa Di Gandusari Trenggalek Jawa Timur. Salah satu koleksi Istimewa KURNIAFM RADIO INFORMASI DAN BUDAYA Trenggalek yang selalu setia berbagi.

Saking Tlatah Jawa Timur Kulo sak konco KURNIAFM RADIO INFORMASI DAN BUDAYA lan Paguyuban Pecinta Wayang Jawa Timur (PPW Jatim) ngaturaken sugeng MIDANGETAKEN ngantos paripurnaning Lampahan SEMAR KEMBAR

Salam Saking

Ali M / PPW Jatim