Ramayana Wayang-H
Sumber tulisan dan gambar dari :
- Buku “Rupa & Karakter Wayang Purwa” oleh Heru S. Sudjarwo, Sumari dan Undung Wiyono, penerbit Kakilangit Kencana cetakan ke-1 Mei 2010
- Buku “Sedjarah Wajang Purwa” oleh Pak Hardjowirogo penerbit PN Balai ustaka Cetakan ke-5 tahun 1968
- Website Senawangi
- Website Wayang Indonesia
- Dan dari sumber-sumber lainnya
| Nama | Sebutan | Deskripsi Singkat | Link Referensi |
Hanggeni
|
 Kapi | HANGGENI adalah wanara hasil pemujaan Bathara Indra dari segumpal magma Kawah Candradimuka. Karena itu, ia dapat berbicara dan beradat-istiadat seperti manusia. Hanggeni merupakan salah satu senapati perang balatentara kera kerajaan Kiskenda di bawah pimpinan Prabu Sugriwa.
Hanggeni sangat sakti.Ia dapat berjalan di dalam kobaran api. Apabila marah dan berkerecah/mbeker (Jawa) dari tubuhnya akan keluar hawa panas dan rambutnya menyala seperti bara api. Memiliki sifat dan perwatakan : pemberani, setia, cerdik, tangkas, trengginas dan cekatan.
Pada saat perang besar Alengka, Hanggeni tampil sebagai senapati perang yang sangat ditakuti balatentara raksasa Alengka. Hawa panas yang keluar dari tubuh dan rambutnya banyak membunuh raksasa-raksasa Alengka. Setelah perang Alengka berakhir, ia ikut kembali ke Gowa Kiskenda, mengabdi pada Prabu Sugriwa. Seperti wanara yang lain, Hanggeni tidak dapat diketahui akhir hidupnya. |
|
Hiranyakasipu
|
 Prabu | HIRANYAKASIPU adalah raja raksasa negara Alengka pertama. Bertahun-tahun ia bertapa di dasar samudra untuk mendapatkan kesaktian yang luar biasa; tidak terkalahkan oleh manusia dan makhluk lainnya di Tribuana (jagad Mayapada, Masdyapada dan Arcapada). Karena ketekunan dan kesungguhannya bertapa,Dewata mengabulkan permohonannya.
Prabu Hiranyakasipu kemudian menyerang negara Banapura. Prabu Nasa dapat ditaklukkan dan DewiNariti, putri Prabu Nasa diambil sebagai istrinya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra dan dua orang putri, masing-masing bernama; Banjaranjali, Dewi Kasipi dan Dewi Kistapi. Ketiga putranya ini kelak menjadi menantu Sanghyang Brahma. Banjaranjali menikah dengan Dewi Bremani. Dewi Kasipi dengan Bathara Brahmanatiyasa dan Dewi Kistapi dengan Bathara Brahmanayana. Prabu Hiranyakasipu kemudian bersekutu dengan Prabu Hiranyawreka, raja negara Kasi untuk menyerang negara Medanggili dan menaklukkan Maharaja Sunda (penjelmaan Sanghyang Brahma). Dalam peperangan tersebut Prabu Hiranyakasipu dan Prabu Hiranyawreka akhirnya dapat dibinasakan oleh Maharaja Suman (pemjelmaan Sanghyang Wisnu) raja negara Medangpura, yang berubah wuiud menjadi Narasinga (orang berkepala harimau). |
|














Pingback: wayang Kulit andom kweruh media soko kreatipe rbsfm panggul « RBS FM RADIO KOMONITAS BUDAYA