Gareng

Gareng adalah anak Semar yang didapat dengan memuja. Nalagareng berarti, hati yang kering, karena seorang yang tak pandai bicara, apa yang dikatakannya serba salah, dan tak mau mengakui hal tersebut.
Gareng pernah menjadi raja di Paranggumiwang, bernama Pandubergola, diangkat oleh Dewi Wara Sumbadra, yang pada waktu Dewi itu menjadi raja di negeri Paranggumiwang. Pengangkatan Gareng itu hanya untuk menyamarkan diri Dewi itu, supaya ia tidak diketahui oleh kerabat Pandawa. Tetapi ia dikalahkan oleh Petruk, lalu kembali pada asalnya, yakni Gareng biasa. Gareng, Petruk dan Semar tak pernah berpisah dan senantiasa mengikuti Arjuna dan keturunannya.
BENTUK WAYANG
Gareng bermata keran (juling), hidung bundar, berkalung, berkuncir, berkain bentuk rapekan lawak (Jawa: dagelan). Kedua tangannya cekot, kaki hadapan berpenyakit bubul. Berkeris.
Gareng berwanda : 1) Wregul, 2) Kancil, 3) Bayang dan 4) Yanggleng.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.











Leave a Comment
Comments (0)