Irawan, Bambang

Bambang Irawan adalah putra Arjuna dengan Dewi Ulupi, putri seorang pendeta Resi Kanwa di gunung Yasarata. Irawan selalu tinggal di pertapaan dengan ibunya, hanya bila perlu ia datang ke negeri Pandawa. Karena kesaktiannya ia pernah menjadi raja bernama Prabu Gambiranom, dan waktu menjadi raja itu dapat membawa panah pusaka Arjuna, bernama Ardadedali dan karena itu menambah kesaktian Irawan. Waktu menjadi Prabu Gambiranom, ia mempunyai prajurit wanita yang disebut Ladrangmungkung. Prajurit ini sakti dan dapat mengalahkan Raden Arjuna.
Atas permintaan Dewi Ulupi, supaya Irawan dapat menawan Arjuna. Terlaksanalah permintaan itu, tetapi Arjuna dimatikan, dibawa oleh para prajurit wanita kehadapan ibunya. Setelah Arjuna kena raba tangan Ulupi, hiduplah kembali. Memang beginilah adat Arjuna.
Dalam perang Baratayudha, waktu ia akan datang ke medan perang, di tengah jalan berjumpa dengan raja raksasa Kalasrenggi, lalu terjadi perang, keduanya tewas. Kematian kesatria ini sangat disesalkan oleh keluarga Pandawa, karena tewas sebelum sampai di medan perang. Bambang Irawan beristri dengan Dewi Titisari, putri Prabu Kresna.
BENTUK WAYANG
Bambang Irawan bermata jaitan, hidung mancung. Sanggul kadal menek. Sunting sekar kluwih. Berkalung putran bentuk bulan sabit. Bergelang berpontoh dan berkeroncong. Kain katongan (kerajaan), bercelana cindai.
Wayang prabu Gambiranom memakai wayang Raja Sabrangan Bagus.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.












Leave a Comment
Comments (0)