Narayana, Raden

Raden Narayana, putera Prabu Basudewa di Madura. la jadi raja di Dwarawati. Narayana seorang anak kembar dengan Raden Kakrasana, ia berkulit hitam. Menurut riwayat, kulitnya yang hitam itu terus hingga pada darah dagingnya, itulah lambang bahwa Narayana seorang titisan Hyang Wisnu, seorang Dewa yang menjadi pokok kejiwaan manusia. Ucapan Narayana, bagi suku Jawa dibuat perumpamaan pada waktu seorang berkata: waktu Narayanaku, berarti : waktu mudaku.
Narayana seorang yang ramah tamah namun dalam tiap perkataanya mengandung kebijaksanaan. Narayana terhitung seorang yang tangkas dan juga elok, malahan menurut anggapan orang, tangkas ;tu lebih baik daripada paras elok. Ucapan Narayana enak didengar dan sering mengenai sindiran yang berarti baik. Kesaktian Narayana berdasar kebijaksanaan, tetapi agak tercampur dengan senda-gurau. Narayana agak malu (J. ering) pada Arjuna, karena semasa perang dengan Arjuna, segala kesaktian Narayana selalu dapat dikalahkan.
BENTUK WAYANG
Raden Narayana bermata jaitan, muka mendongak. Berjamang dengan garuda membelakang, bersunting sekar kluwih, berkalung bulan sabit. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Kain bokongan raton.
Narayana berwanda Geblag dan Sembada.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.











Mohon diterangkan pada waktu berguru kepada Resi Padmanaba bersama Kakrasana beserta perjalanannya mendapatkan senjata Cakra dan Nenggala.