Rajamala

Raden Rajamala, anak Begawan Palasara dengan Dewi Watari. Raden Rajamala adalah kesatria di Wirata jaman Prabu Matswapati. Ia seorang yang sakti tak terlawan oleh siapapun juga. Tetapi oleh karena ia ingin melawan Jagalabilawa yaitu Bratasena, seorang Pandawa yang menyaru dengan nama itu, maka Rajamala membuka gelanggang untuk mengadu kesaktian dan dia sendiri akan maju sebagai jagonya. Jagalabilawa datanglah di gelanggang melawan Rajamala, tetapi Jagalabilawa tak sanggup mengalahkan Rajamala, karena, Rajamala mempunyai sebuah kolam keramat yang berasal jadi dari ibunya. Bilamana Rajamala tewas, ia dimandikan di air kolam itu hiduplah ia kembali. Kemudian rahasia itu diketahui oleh Pandawa, lalu Arjuna memasukkan anak panah wasiatnya ke dalam kolam itu. Ketika Rajamala mati, dimasukkan oranglah ia ke dalam kolam, maka hancur luluh badan Rajamala itu.
BENTUK WAYANG
Rajamala bermata plelengan, hidung nyentang (mendongak) serupa haluan perahu, mulut mrenges (mringis lebih besar). Rambut terurai gimbal, berjamang dengan garuda membelakang, bersunting rajamala. Sunting yang serupa ini lantas jadi nama pokok, dimana bentuk sunting yang serupa itu, disebut sunting : rajamala, dengan sekar kluwih. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkeris hulu gana (serupa kepala orang). Kain bentuk rapekan. Berkalung bulan sabit tiga susun.











Sungguh bangga dengan “Wayang” mengandung makna filosofi kehidupan yang luhur. Komentar dalam “bahasa Jowo ” seperti jadi dalang beneran. Terima-kasih. Mas Prabu.
Kiranya sangat perlu disosialisasikan di sekolah-sekolah, untuk dapat ngambar “Wayang” dengan mudah. Tidak hanya membatik, “wayang ” mempunyai seni gambar yang tinggi, ornamen-ornamennya sangat bermakna.
Rajamala karakter buta nan sakti namun gugur, kita lihat perspektif keberanian, kesaktian, kegagahan dan ketulusannya.