
Prabu Sengkanturunan seorang raja di negeri Parangsari. Karena sangat saktinya, ia melawan para dewa, hingga para dewa tak kuasa mengalahkannya. Tetapi akhirnya Prabu Sengkanturunan dapat juga dikalahkan ketika ia sedang dikuasai oleh kemurkaan yang sangat. Teranglah bahwa kemurkaan itu dikemudiannya mendatangkan kerusakan, hal ini sudah selayaknya. Dalam cerita-cerita dan dongeng-dongeng, banyak yang menggambarkan kemurkaan anak buahnya di kemudian hari.
BENTUK WAYANG
Prabu Sengkanturunan bermata jaitan, hidung mancung. Berjamang tiga susun, bersanggul gembel. Bersunting waderan dan garuda membelakang. Kalung bentuk ulur-ulur. Berprada dan berselendang. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain kerajaan lengkap.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.