
Begawan Sukanda adalah seorang pendeta raksasa. Ia mempunyai seorang anak -perempuan bernama Dewi Sukandi. Puteri ini dalam mimpinya bertemu dengan Prabu Dipayana (Parikesit) dan kemudian menikah. Karena itu Dewi Sukandi minta kepada ramandanya supaya dicarikan orang yang ada dalam impiannya itu. Maka berangkatlah Begawan Sukanda dan akhirnya dapat berjumpa dengan Prabu Dipayana. Begawan Sukanda meriwayatkan mimpi anaknya, dan dimintanya Prabu Dipayana untuk menjadi suami anaknya. Tetapi Prabu Dipayana tak suka memperistrikan anak pendeta itu. Karena itu terjadilah perang, dan Prabu Dipayana kalah, lalu dibawa dan dikawinkan dengan Dewi Sukandi. Prabu Parikesit menurut, karena salah terka, dikiranya puteri itu sebangsa raksasa.
BENTUK WAYANG
Begawan Sukanda bermata telengan putih, hidung bentuk haluan perahu, mulut terbuka, bergigi dan bertaring, tanda bahwa ia seorang raksasa. Bersongkok dan berjamang dengan garuda membelakang. Sunting sekar kluwih. Berbaju panyang, berkain dengan menyelipkan sraderik (cundrik).
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.