Surtikanti, Dewi

Dewi Surtikanti puteri ke dua Prabu Salya, raja di negeri Mandraka. Puteri ini pertama dipertunangkan dengan Prabu Duryudana di Hastinapura. Tetapi sebenarnya pada waktu itu Dewi Surtikanti telah berkenalan dengan seorang kesatria bernama Raden Suryaputra (Karna), putera angkat raja di Petapralaya.
Mereka berkenalan secara diam-diam dan rahasia, tak seorangpun yang mengetahui, tetapi kemudian ketahuan juga oleh Raden Pamade (Arjuna). Kedua kesatria ini kemudian terlibat perang tanding yang sangat seru Suryaputra nyaris akan dipenggal lehernya dan, luka di pelipisnya. Seketika itu datanglah Resi Narada, Dewa di Kahyangan, memisahkan kedua kesatria itu dan memberi tahu kepada Pamade bahwa Suryaputra itu adalah saudara tua Pamade dan seharusnya Pamade membantu terlaksananya perkawinan mereka. Kemudian Sang Hyang Narada menghadiahkan sebuah mahkota penutup cacat pada pelipisnya. Mulai dari itu Suryaputra mengenakan mahkota.
Keelokan perang kedua kesatria ini diwujudkan dalam bentuk tari wireng, yaitu perang Arjuna dan Suryaputra atau disebut wireng Karna tinanding.
Tari Wireng terhitung suatu tarian terpilih, memang diciptakan untuk memperlihatkan keindahan tari yang sehalus-halusnja dengan mengikuti lagu gamelan serba halus juga, dapat menarik hati orang yang mengerti akan seni.
BENTUK WAYANG
Dewi Surtikanti bermata jaitan, hidung mancung, muka agak mendongak. Berjamang dengan garuda membelakang, sanggul gede dan sebagian rambut terurai.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.












Leave a Comment
Comments (0)