
Wikataboma tidak bisa dipisahkan dengan Bomawikata. Mereka berdua adalah sepasang saudara dalam keluarga Kurawa yang berjumlah seratus.
Kedua kakak beradik ini juga merupakan saudara seperguruan, sehingga merekapun seakan menjadi “sejiwa” karena apabila yang seorang mati kemudian dilangkahi oleh yang lainnya, maka akan hidup kembali.
Hal inilah yang sempat membuat bingung Bima saat perang Baratayuda. Pada saat itu oleh Resi Durna, Wikataboma dan Bomawikata ditetapkan sebagai senapati perang. Awalnya Bima dengan mudah dapat membunuh salah seorang dari mereka namun dapat kembali lagi hidup. Akhirnya Bima dapat membunuh mereka berdua setelah membenturkan kedua kepala mereka hingga hancur sehingga pada saat yang bersamaan mereka tewas.