Yamawidura
Raden Yamawidura putera Prabu Abyasa yang ketiga. la. mempunyai cacat, timpang (pincang) kakinya, tetapi sakti. Raden Yamawidura pernah diminta bantuan oleh Prabu Dipacandra raja di Pengombakan, buat melawan musuh. Setelah musuh itu dikalahkannya, ia dikawinkan oleh Prabu Dipacandra dengan puteri baginda yang bernama Dewi Padmarini.
Raden Yamawidura seorang bijaksana dan ahli hukum. Ia diangkat sebagai jaksa di negeri Hastinapura. Pada masa perang Baratayudha ia selalu menimbang suatu perkara, dengan adil tak memandang pada lawan atau kawan sendiri.
Menurut cerita, mengapa ketiga putera Prabu Abyasa masing-masing mendapat cacat, karena, waktu ibu Dastarastra melihat Prabu Abyasa yang pertama kali, ia takut, lalu menutup matanya, maka lahirlah putera yang kesatu Raden Dastarastra dengan buta matanya. Kedua, waktu ibu itu melihat Prabu Abyasa ia memalingkan muka, maka, lahirlah Pandu yang tengeng lehernya. Dan ketiga, waktu ibu Yamawidura melihat Prabu Abyasa ia akan lari maka Yamawidura timpang kakinya.
BENTUK WAYANG
Raden Yamawidura bermata jaitan, muka agak tenang, hidung mancung. Sanggul keling berjamang dengan garuda membeIakang dan sunting sekar kluwih. Berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Kain bokongan lebekan berong (J. benjo).
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.












Leave a Comment
Comments (0)