Video KSMS Gatotkaca Ratu

Bersama Mas Riyo Ki Sigit Manggolo Seputro, saya sharingkan video dari pementasan beliau dengan judul “Gatotkaca Ratu”. Audio filenya telah disahring pada posting sebelumnya

Selamat menikmati (8 CD – 49 Klip Video)

Format aslinya dalam bentuk DVD

KSMS Gatutkaca Ratu

Kali ini Mas Riyo Drs. Sigit Manggolo Seputro sharing untuk kita semua, pagelaran wayang dengan judul “Gatutkaca Ratu” yang dipentaskan  dalam rangka tasyakuran Bp. Sutarjo, Kamis 6 Mei 2010 di Pendopo Parang Kusumo, Kretek Bantul Yogyakarta.

Selamat menikmati

Berminat membeli untuk menjaga warisan leluhur ?

Info dari Mas Priyanto

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6014390

DIJUAL 1 Set WAYANG KULIT KUNO, ANTIK & LANGKA.
Want to Sell 1 Set Leather Puppets, Ancient, Antique & Rare

Untuk para Kolektor dan Pecinta Barang Seni & Budaya Jawa
For Collector and People who Love ethnic & Cultural art of Java

Harga : Rp 750.000.000,- Nego
Price : USD 90,000 Negotiable

Peninggalan Leluhur Den… 
Ancestral Heritage…
Keterangan :
Informations :

* 1 Set / 1 Kotak… -1 Box-
* Jumlah : 136 Buah… -136 Pieces-
* Prodo dari Emas… -Prodo made of Gold-
* Buatan Tahun 1892 – 1893… -Made in 1892-1893-

Beberapa gambar:


KTCM Banjaran (11 Lakon)

Berikut masih bersama Ki Timbul Cermo Manggolo. Dari Radio Swara Kenanga Jogja kami sampaikan cerita Banjaran

Banjaran Abimanyu


Banjaran Arjuna

Banjaran Bimo Seno

Banjaran Carios Hanoman

Banjaran Carios Gatotkaca

Banjaran Duryudono

Banjaran Karno

Banjaran Kumbokarno

Banjaran Pandita Durna

Banjaran Baladewa

Banjaran Sengkuni

Jepang Kembangkan Wayang

http://oase.kompas.com/read/2010/07/29/16590786/Jepang.Kembangkan.Wayang
Kamis, 29 Juli 2010 | 16:59 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS – Warga Jepang, Ryoh Matsumoto (83), mengembangkan wayang kulit menjadi ragam wayang baru yang disebutnya wayang Kyokai. Beragam jenis wayang berbagai daerah di Pulau Jawa digabungkan. Pengembangan juga dilakukan dari segi artistik.

Wayang Kyokai Jepang disajikan dalam Gelar Ragam Wayang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY di nDalem Yudoningratan, Selasa (27/7) malam. Mengambil lakon Samudera, Samudera, pertunjukan dengan tokoh utama Togog ini mengisahkan kegundahan akan perang yang terus berkecamuk di dunia. Cerita berdurasi 1,5 jam itu juga menampilkan Bilung serta percakapan antara Semar dan Batara Guru. Tokoh-tokoh ini ditampilkan dengan wayang gaya Yogyakarta, Cirebon, dan Solo.

Naskah Samudera, Samudera merupakan pengembangan kisah wayang purwa yang ditulis Ryoh sendiri. Di Yogyakarta, naskah ini dipentaskan enam kali sejak 2005. Selain tokoh-tokoh yang dikenal dalam wayang purwa, Ryoh juga menampilkan sejumlah tokoh dari cerita rakyat Jepang, di antaranya Boozu, jin, dan serigala. Pementasan ini juga menggunakan gunungan Jepang yang lebih kecil dan berwarna-warni dari gunungan versi Jawa.

Pertunjukan wayang Kyokai Jepang menampilkan tiga dalang sekaligus. Pementasan menggunakan tata artistik modern, yaitu rekaman pengganti suara dalang. “Tugas dalang hanya memainkan wayang,” kata Ryoh.

Ryoh mulai mengenal pertunjukan wayang kulit saat datang ke Indonesia sebagai turis pada 1968. Sejak melihat wayang, Ryoh sangat menyukai filosofi pertunjukan wayang. Sejak saat itu, Ryoh yang masih tinggal di Tokyo, Jepang, itu mempelajari berbagai ragam wayang di Pulau Jawa.

Ki Ledjar

Selama 42 tahun mempelajari wayang, Ryoh sempat berguru pada dalang terkenal Ki Nartosabdo. Dari Ki Nartosabdo, Ryoh mempelajari teknik sabetan dan makna filosofis wayang purwa. Ia juga sering bertukar pikiran dengan seniman wayang Yogyakarta Ki Sukasman dalam pengembangan pertunjukan wayang.

Saat ini, Ryoh memimpin perkumpulan pencinta wayang Kyokai (Nihon Wayang Kyokai) di Jepang. Sejumlah wayang yang dia gunakan dipesan dari dalang dan pembuat wayang kancil Ki Ledjar Subroto.

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DIY Nursatwika mengatakan, pementasan wayang Kyokai Jepang dimaksudkan menunjukkan kepada masyarakat banyaknya ragam wayang di luar wayang kulit yang berkembang saat ini. “Mungkin tak banyak masyarakat yang tahu bahwa wayang juga dikembangkan di luar negeri. Sedang di dalam negeri sendiri, pertunjukan wayang kurang diminati,” tuturnya.

Selain wayang Kyokai Jepang, ragam wayang yang berlangsung 26-30 Juli juga menampilkan wayang sasak dari Nusa Tenggara Barat, wayang golek cepak dari Cirebon, wayang wahyu dari Yogyakarta, dan wayang Madura. Tahun lalu, ragam wayang menyajikan, antara lain, wayang beber dan wayang gethuk dari Magelang. Pertunjukan berbagai ragam wayang ini diharapkan menambah pengetahuan dan menarik minat masyarakat terhadap wayang. (IRE)

New Collection KNS

Berbagi pada dasarnya adalah fitrah insani. Siapa sih yang tidak ingin menyaksikan teman, keluarga, tetangga atau orang lain, tersenyum dalam kebahagiaan ?  Siapa sih yang tidak akan merasa bahagia kalau orang lain mengalami hal serupa ? Siapa sih yang tidak akan riang hati manakala “turut menjadi penyebab” atas terang hati orang lain ? Siapa sih yang tidak ingin berbagi, saat dirinya memiliki sesuatu yang bisa dibagi sementara orang lain mengharapkannya ? Hanya orang-orang yang mengalami kepekatan hati yang enggan tuk menyaksikan kebahagiaan orang lain. Hanya orang yang hatinya diselipi iri dengki, manakala merasa menderita saat meyaksikan bahagia orang lain.

Berbagi untuk menggapai itu semua (dilakukan dengan maksud ikhlas dan berharap kebaikan bagi diri dan orang lain serta tentu saja berharap berkah dari Sang Pemberi Kebahagiaan) biasanya dilakukan menggunakan dua cara.

Cara pertama adalah diam-diam, tanpa perlu woro-woro. Biar orang lain menikmati dan tidak perlu tahu siapa yang telah berbagi.

Cara kedua adalah memproklamirkan diri namun dengan tujuan sebagai triger, pemicu, agar orang lainpun mengikuti kebaikan itu.

Cara pertama saya temukan banyak di blog ini. Cukup banyak penggemar wayang yang telah berbagi dan memberikan begitu banyak hasil jerih payahnya tanpa mau disebut nama. Salah satunya bahkan mengingatkan saya dengan sangat untuk tidak menampilkan sama sekali identitasnya.

Yang saya tahu bahwa untuk membuat bahan yang akan disharing itu (semisal audio pagelaran wayang, atau ebook), sangat dibutuhkan effort yang cukup besar, alokasi waktu dan mungkin dana yang tidak sedikit. Dan yang menikmati hasil berbagi tinggal bersenang hati. Dan itu cukup bagi yang berbagi, merasa berbahagia diatas bahagia orang lain.

Cara kedua, sedang dilakukan dalam blog WP ini. Sudah cukup banyak lakon oleh Ki Nartosabdho (KNS) hasil berbagi, namun ketika ingin lebih melengkapinya terkendala pada masalah dana. Sehingga diajaklah yang lain untuk berpartisipasi.

Saya yakin, niat Mas Imam, Mas Edy, Pak Wid dan penyumbang yang lainnya untuk proyek ini, adalah bukan semata-mata agar dikenal sebagai seorang dermawan atau bermaksud riya’ atas semua kebaikan dan kerja kerasnya. Dibalik semua itu saya yakin bahwa niat mereka semua adalah untuk mengajak orang lain berbuat kebaikan. Bukankah diajarkan dalam agama untuk selalu bersama-sama mengajak dalam kebaikan dan bersama-sama pula menghindari kemungkaran ?

Dan beberapa hasil telah saya terima untuk di sharing.

Namun beribu maaf kami sampaikan, untuk kali ini sharing audio akan disertai dengan password, artinya untuk mengunduhnya harus tahu passwordnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan :

  • Mendata para penggemar wayang yang untuk selanjutnya akan berguna bagi terbentuknya paguyuban para pecinta wayang
  • Menggugah kepedulian kita bersama untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, yang semakin hari semakin terpinggirkan
  • Silaturahmi untuk mempererat persaudaraan meskipun hanya di dunia maya. Siapa tahu kemudian bisa copy darat sehingga memperluas persaudaraan
  • Menghindari kepentingan pribadi yang memanfaatkan konten WP ini

Sharing ini siap meluncur. Mekanismenya, setiap yang akan mengunduh dipersilahkan mengirim email permintaan password kepada para admin di WP ini.

OK … terima kasih atas perhatiannya dan silahkan menunggu sharingnya.

Legende de Wahju Tjakraningrat

Saya ambil dari koleksi madrotter berupa rekaman di Perancis tentang pagelaran wayang kulit oleh wong-wong Jowo.

Judulnya “Une nuit de Wayang Kulit Legende de Wahju Tjakraningrat” yang dikategorikan sebagai “Musiques & Traditions du monde”. Artinya kurang lebih : Satu malam bersama dengan wayang kulit Legenda Wahyu Cakraningrat, Musik-musik dan tradisi di dunia. Maaf kalau salah, namanya juga kira-kira :)

Dalang adalah Sudarmin dengan waranggana : Rijanti, Ngatijal dan Jatinem.

Silahkan dapat diunduh disini.